23.9 C
Medan
Friday, September 30, 2022
spot_img

Efek Psikologi dan Perilaku Anak dari Kedua Orangtua yang Bekerja

MISTAR.ID
Orang tua yang bekerja adalah tren yang tak terhindarkan dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Efek dari kedua orang tua yang bekerja pada anak tidak dapat dihindari dan karenanya harus menemukan cara untuk menjaga keseimbangan antara pro dan kontra bekerja penuh waktu.

Sebelumnya, ketika ada sistem keluarga bersama, membesarkan anak bukanlah tugas yang sulit karena ada banyak pengasuh selain ibu. Bibi, paman, dan kakek nenek, semua orang membantu membesarkan anak-anak dalam keluarga.

Sejak saat ini, dengan meningkatnya tren keluarga inti yang bermunculan di negara tersebut, para orang tua kelas pekerja tidak punya pilihan lain selain meninggalkan anak-anak mereka sendiri. Pengaruh kedua orang tua bekerja memiliki pro dan kontra masing-masing.

Baca Juga:Seberapa Sering Anda Memeluk Anak Anda?

Dampak positif dari kedua orang tua yang bekerja pada anak meliputi:
1. Memberikan gaya hidup yang berkualitas:
Dengan kedua orang tua bekerja, gaya hidup berkualitas tinggi menjadi lebih terjangkau untuk sebagian besar rumah tangga. Ini adalah keuntungan utama saat kedua orang tua bekerja. Dengan demikian, ada lebih banyak uang di tangan orang tua untuk dibelanjakan pada anak-anak mereka untuk pendidikan dan kebutuhan lainnya.

2. Menilai waktu:
Karena kedua orang tuanya bekerja; mereka memiliki sedikit waktu untuk dihabiskan di rumah bersama anak-anak mereka. Ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa waktu sangat diperlukan dan tidak akan kembali setelah habis. Mereka memahami pentingnya menghargai waktu mengapa tidak dapat dihindari untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Semua ini dipupuk dalam pikiran anak itu sejak tahap yang sangat awal.

3. Pengalaman hidup:
Karena kedua orang tua sedang bekerja dan tidak ada untuk anak-anak mereka pada siang hari, maka ketika mereka kembali ke rumah mereka memiliki banyak pengalaman hidup untuk dibagikan dengan anak-anak mereka yang berbagi. Akhirnya; ini membantu anak menjadi lebih dewasa dan memahami kehidupan.

4. Membuat anak-anak mandiri:
Anak-anak dari orang tua yang bekerja menjadi mandiri sejak usia sangat dini. Karena mereka menyadari bahwa orang tua mereka sedang bekerja, mereka belajar untuk mengambil keputusan sendiri sehingga mereka menjadi pembuat keputusan yang baik dan percaya diri.

Baca Juga:Apakah Parfum Aman untuk Anak-anak?

Efek negatif dari kedua orang tua yang bekerja pada anak:
Meskipun kedua orang tua yang bekerja memiliki hasil positif yang signifikan dalam kehidupan anak-anak mereka, ada beberapa tantangan dan masalah yang dihadapi ketika kedua orang tua bekerja.

1. Efek Psikologis:
Pasangan harus pindah dan pindah ke kota yang berbeda karena pekerjaan mereka mengorbankan keluarga inti mereka. Sebagian besar di India, bahkan saat ini, pengasuhan inti mendapat dukungan yang sangat sedikit dari keluarga mereka sendiri. Akibatnya, mereka harus menyewa pengasuh atau menerima anak-anak mereka di fasilitas penitipan anak. Anak juga sering ditelantarkan karena orangtuanya tidak mampu memberikan perhatian yang tidak terbagi .

2. Perubahan perilaku dan perubahan suasana hati:
Bagi ibu pekerja yang meninggalkan anak-anaknya di tempat penitipan anak, cenderung mengalami kegelisahan dan kesulitan mengatur perubahan suasana hati. Karena kedua orang tua tidak dapat menghabiskan cukup waktu dengan anak-anak mereka, ada kemungkinan anak-anak menjadi lebih keras kepala dan agresif .

3. Ikatan dengan orang tua:
Terkadang ketika kedua orang tua sibuk dengan pekerjaan mereka dan memiliki lebih sedikit waktu untuk dihabiskan di rumah bersama anak-anak mereka, ikatan yang dimiliki anak-anak dengan orang tua mereka menjadi rusak. Saat anak-anak tumbuh dewasa, celah ini mungkin melebar.

Manfaat / kelebihan kedua orang tua yang mengasuh anak:
Tidak diragukan lagi luar biasa di mana kedua orang tua bekerja. Ini membawa banyak keuntungan finansial secara khusus tidak hanya untuk anak-anak tetapi untuk seluruh keluarga pada umumnya.

Baca Juga:Kapan Seorang Anak Perlu Mendapatkan Kacamata Pertamanya?

• Orang tua yang bekerja dapat menjadi panutan yang positif. Anak perempuan akan belajar bahwa mereka perlu memikirkan karier, bukan sekadar menikah dan memiliki anak. Anak laki-laki perlu menyadari bahwa pekerjaan rumah tangga adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Ini juga akan memengaruhi mereka secara signifikan dan memungkinkan mereka melakukan pekerjaan rumah ketika mereka memulai keluarga mereka sendiri.

• Kedua, ketika seorang ibu bekerja, itu berarti dia membantu meringankan beban keuangan dan stres suaminya.

• Sumber keuangan yang stabil selalu menjadi fondasi kebahagiaan setiap keluarga. Satu contoh nyata adalah bahwa bepergian untuk seluruh keluarga setiap tahun, cara terbaik untuk membuat keluarga lebih dekat hanya dapat dilakukan jika sumber keuangan keluarga itu kuat dan stabil.

Kekurangan / kekurangan kedua orang tua yang mengasuh anak:
Pertama-tama, dalam keluarga di mana kedua orang tuanya bekerja dan tidak dapat menghabiskan waktu berkualitas, anak-anak mereka seringkali kurang mendapat dukungan dan pengawasan yang diperlukan.

Baca Juga:Apakah Latihan Palang Gantung Membantu Anak Anda Tumbuh Tinggi?

Seiring waktu, hal itu akan membuat mereka kehilangan semangat, dan berdampak serius pada kinerja akademis mereka. Tanpa pengawasan orang tua, anak juga kemungkinan besar akan melakukan kebiasaan buruk akibat tekanan teman sebaya seperti kecanduan game seperti PUBG, merokok, atau bahkan mengonsumsi narkoba.

Ada masalah yang mengkhawatirkan bahwa semakin jarang terjadi percakapan yang akrab antara anak-anak dan anggota keluarga lainnya, banyak anak merasa kesepian bahkan di rumah sendiri.
Pikiran penutup:

Kesimpulannya, saat ini kita tidak bisa mengubah fakta bahwa kedua orang tua harus bekerja. Namun demikian, orang tua harus mencari wadah yang membahagiakan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan keluarga agar anak-anak mereka mendapatkan manfaat baik dalam kehidupan materi maupun mental.(parenting/ja/hm10)

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Irvanli Silalahi, Alumni SMAN 5 Pematang Siantar yang Raih Beasiswa Kuliah...

Pematang Siantar, MISTAR.ID Impian Irvanli Yosua Silalahi (18)  untuk bekerja di luar negeri makin jelas di depan mata. Pasalnya, alumni SMAN 5 Pematang Siantar ini...

Tergilas Tronton Usai Senggol Honda Supra di Batu Bara, Pengendara Vario...

Batu Bara, MISTAR.ID Bermaksud hendak mendahului sepeda motor  yang berada di depannya, pengendara bernama Erianto Girsang (36) beserta Honda Vario BK 2714 OAD yang ditungganginya...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: