KPU Siantar Gelar Simulasi Putungsura

Simulasi Putungsura di halaman kantor Sekretariat KPU Kota Pematangsiantar, pada Sabtu (21/11/20).(foto:ferry napitupulu/mistar)

Pematangsiantar, MISATR.ID

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar menggelar simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara, serta Rekapitulasi Perolehan Suara (Putungsura) di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Simulasi Putungsura digelar, di halaman kantor sekretariat KPU Kota Pematangsiantar Jalan Porsea Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, pada Sabtu (21/11/20) mulai pukul 07.00 wib dan selesai pada pukul 16.00 Wib.

Simulasi yang melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Pematangsiantar itu dipandu Komisioner Divisi Teknis KPU Pematangsiantar, Gina R Ginting bersama komisioner lainnya, Christian Benny Panjaitan dan Nurbaiyah Siregar.

Baca Juga: Pilkada di Masa Pandemi Covid-19, ini Ajakan KPU Siantar

Pada simulasi itu, sejumlah anggota PPK dan PPS berperan sebagai KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), petugas ketertiban, pemantau, pengawas TPS dan saksi di TPS. Dalam hal ini, simulasi dilakukan di TPS 4 Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Proses berlangsungnya simulasi, sejak awal didesain dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Awalnya, petugas ketertiban melakukan disinfeksi TPS, dengan cara menyemprotkan desinfektan. Tampak petugas KPPS, petugas ketertiban, saksi, pengawas TPS dan pemantau mengenakan alat pelindung diri (APD) dari Covid-19 aeperti sarung tangan karet, masker dan face shield. Di TPS juga disediakan pakaian hazmat yang akan digunakan petugas KPPS 6, bila diperlukan.

Tampak juga tersedia, handsanitizer, fasilitas mencuci tangan, plastik tempat sampah (umumnya untuk tempat menempatkan bekas sarung tangan pemilih) dan bilik khusus.
Kemudian KPPS juga menyediakan masker, bila ada pemilih yang hadir tidak memakai masker, dan sarung tangan plastik untuk seluruh pemilih. Terlihat juga, petugas ketertiban memegang alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

Baca Juga: Kotak Kosong Disuarakan, Itulah Demokrasi!

Saat simulasi berlangsung, terlihat petugas ketertiban melaporkan ada calon pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius. Lalu, petugas KPPS 6 mengenakan pakaian hazmat, untuk melayani pemilih itu menggunakan hak pilihnya, seperti mengisi daftar hadir, menyerahkan surat suara, mengarahkan menggunakan hak pilih ke bilik khusus yang telah disediakan.

Setelah menggunakan hak pilihnya, petugas KPPS 6 kemudian meneteskan tinta ke jari pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius, selanjutnya mencuci tangan dan meninggalkan TPS.

Pada simulasi itu, tampak petugas KPPS dan petugas ketertiban meminta dan menyarankan pemilih yang membawa anak untuk terlebih dahulu membawa anaknya pulang ke rumahnya. Sedangkan terhadap pemilih yang mengenakan masker bercorak bahan kampanye, juga diminta mengganti maskernya.

Baca Juga: APD Pilkada Siantar Telah Tiba, Ini Itemnya

Bila ada calon pemilih yang positif terkonfirmasi Covid-19, dan ingin menggunakan hak pilihnya, petugas KPPS 6 mengenakan pakaian hazmat lengkap dengan masker, sarung tangan dan faceshield untuk melayani calon pemilih yang positif Covid-19 tersebut.

Hanya saja, calon pemilih yang positif Covid-19 ini menggunakan hak pilihnya diluar dari TPS. Namun jaraknya tidak jauh dari TPS. Lalu petugas KPPS 6 memberikan pelayanan, selanjutnya penderita Covid-19 itu melakukan pencoblosan, sesuai pilihannya.

Peristiwa lainnya pada simulasi itu, tampak seorang pemilih pingsan disaat duduk di kursi antrian untuk memilih. Peristiwa itupun kembali menjadi tugas KPPS 6 untuk melakukan pertolongan, dengan kembali memakai pakaian hazmat, masker, faceshiel dan sarung tangan. Calon pemilih yang pingsan itu dibawa ke klinik terdekat.

Di sepanjang pemungutan suara, petugas ketertiban berulang kali melakukan disinfeksi. “Penyemprotan desinfektan dilakukan berulang, disaat suasana di TPS lengang. Jadi jumlah penyemprotan berapa kali dilakukan di TPS, ya tergantung situasi,” ucap Gina R Ginting yang memandu simulasi itu.

Selepas pemungutan suara, KPPS melakukan perhitungan surat suara. Lagi-lagi dilakukan dengan prokes yang cukup ketat. Selanjutnya, rekapitulasi perolehan suara hingga pengiriman kotak suara, juga dilakukan. Simulasi yang digelar KPU Kota Siantar, disaksikan langsung komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ira Wirtati.

Dalam sambutannya, Ira Wirtati mengatakan, pemilihan kali ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Karena banyak hal baru yang akan dihadapi. Seperti adanya saran kepada pemilih untuk jadwal (jam) memilih. Kemudian pemilih dan petugas wajib mengenakan masker dan sarung tangan. Serta sejumlah hal baru lainnya.

Katanya, proses pelaksanaan putungsura (pemungutan dan perhitungan suara serta rekapitulasi perolehan suara) dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Hal itu dilakukan KPU, agar petugas dan pemilih terhindar dari Covid-19. Juga untuk menghindari Pilkada menjadi klaster baru Covid-19.

Setelah simulasi tuntas dilaksanakan, Ira Wirtati menilai bahwa kegiatan itu sudah berlangsung sukses. :Simulasi ini sudah berjalan dengan sukses, hanya protokol kesehatannya yang perlu lebih disiplin lagi,” ujarnya memberikan penilaiannya.(ferry/hm02)

Simulasi Putungsura di halaman kantor Sekretariat KPU Kota Pematangsiantar, pada Sabtu (21/11/20).(foto:ferry napitupulu/mistar)