Kebutuhan Air untuk Rumah Tangga Meningkat Selama Pandemi Covid-19 di Siantar

Kebutuhan Air untuk Rumah Tangga Meningkat Selama Pandemi Covid-19 di Siantar
Rosliana Sitanggang selaku Humas PDAM Tirtauli Pematangsiantar.(f:yetty/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli mencatat bahwa kebutuhan air rumah tangga selama masa pandemi ini di Kota Pematangsiantar meningkat. Ditambah lagi, masyarakat disuruh untuk lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Salah satunya menciptakan sistem bekerja dari rumah bagi para pegawai kantoran, serta imbauan untuk para peserta didik agar belajar di rumah saja. Ditambah lagi momen hari raya banyak keluarganya berkumpul. Sehingga penggunaan air pun meningkat,” Kata Rosliana Sitanggang selaku Humas PDAM Tirtauli, Pematangsiantar, Selasa (12/1/21).

Hal itu, sambungnya, menyebabkan penggunaan air bersih mereka rata-rata mengalami peningkatan sehingga tagihan pun mengalami kenaikan. Hal ini tidak berbanding lurus dengan kemampuan membayar para pelanggannya.

Baca Juga:Air PDAM Tirtauli Mati, Puluhan Emak-emak di Jalan Singosari Siantar Mengeluh

Bahkan tak jarang, para pelanggan tersebut berasumsi bahwa kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan tarif yang dilakukan pihak PDAM Tirtauli. Terkadang, kenaikan tagihan yang tidak wajar menurut pelanggan memang bisa memicu keluhan mereka.

“Saya menegaskan tidak ada kenaikan tarif apapun. Jika ada tagihan yang dinilai tidak wajar, kami akan melakukan pemeriksaan atas data teknis, angka pemakaian wajar sampai kondisi meter air pelanggan. Dengan begitu persoalan tagihan dan pemakaian air pelanggan tersebut bisa dibuktikan kebenarannya sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,”sebut Rosliana.

Baca Juga:Ini Tanggapan PDAM Tirtauli Siantar Tentang Prosedur Pemasangan Sambungan Baru

Memburuknya kondisi perekonomian di tengah pandemi membuat para pelanggan kesulitan membayar tagihan yang meningkat. PDAM Tirtauli memberikan keringanan untuk dapat mencicil tagihan mereka yang membludak tersebut selama 3 bulan ke depan.

Rosliana juga menyebutkan, justru penurunan penggunaan kebutuhan air di masa pandemi ini terjadi pada rumah kos-kosan, rumah makan, dan sekolah – sekolah. Sehingga pendapatan PDAM pada segmen ini menurun secara drastis.(yetty/hm10)