Para Pelaku Usaha Lega, Harga kebutuhan Pangan Mulai Turun

Salah seorang pelaku usaha membuka kembali dagangannya setelah harga bahan pokok mulai turun (f:yetty/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Di tengah wabah Covid-19 yang penuh kesusahan, apalagi tidak ada kepastian kapan pandemi akan selesai, harga berbagai barang kebutuhan pangan mengalami kenaikan yang signifikan. Kebutuhan pangan yang mengalami kenaikan di antaranya adalah daging ayam, cabai, dan telur.

Amatan Mistar di lapangan, saat ini, sudah ada beberapa komoditas yang mulai turun secara perlahan. Penurunan harga daging ayam, cabai, dan telur mulai terjadi hari ini di Pasar tradisional Pematangsiantar, meskipun penurunan tersebut tidak terlalu signifikan. Tetapi ini langsung memberi pengaruh positif pada para pelaku usaha seperti rumah makan.

Yanti, salah satu pelaku usaha bubur ayam serta serapan pagi ini mengatakan penjualannya mengalami penurunan akibat lonjakan harga sembako pada akhir bulan lalu.

Baca juga: H-1 Natal, Harga Kebutuhan Pokok Melejit

“Udah tiga hari ini harga ayam dan cabai mulai turun. Sebelumnya cabai yang sempat Rp 70 ribu per kg, terpaksa saya kurangi ukuran bumbu yang akan dimasak. Begitu pula pada ayam. Ukurannya terpaksa saya kurangi karena mahal. Jadinya, pembeli banyak yang komplain karena rasanya jauh berbeda dari yang semula,”tuturnya, Senin (11/1/21).

Namun sekarang sudah tidak lagi, ucapnya. Harga cabai sudah turun 50% dari kemarin. Begitu juga dengan telur dan ayam.

Pada komoditas sayuran juga mulai terjadi turun harga, walau harganya dikategorikan belum sepenuhnya masih normal.

Pelaku usaha lain juga berpendapat sama dengan Yanti. Dia adalah Sutiyem. Wanita ini adalah pemilik rumah makan yang terpaksa meliburkan usahanya untuk beberapa hari lalu dikarenakan harga sembako yang melambung tinggi.

Baca juga: Awal November Kebutuhan Pokok Merangkak Naik, Cabai Merah Tembus Rp44 Ribu per-Kg

“Baru lima hari ini aku jualan. Rumah makan terpaksa kami tutup karena harga sembako yang mahal-mahal semuanya. Lebih baik kami tunggu aja beberapa hari sampai kami rasa udah memungkinkan untuk berjualan lagi,” Imbuhnya.

Ia menyebutkan bahwa kondisi kenaikan harga bahan pokok tersebut pernah dialaminya. Dengan memaksa untuk menaikkan harga dagangannya. Sayangnya, kondisi tersebut membuat dagangannya jadi tidak laku.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Medan Bergerak Stabil

Menurut informasi dari pedagang di pasar ia dapatkan bahwa turunnya sebagian besar harga komoditas bahan pokok akibat penurunan permintaan dari konsumen, sementara ketersediaan pedagang melimpah. Kondisi tersebut memaksa pedagang menurunkan harganya.

“Mudah – mudahan Ya, semoga saja pemerintah tidak lama lagi udah bisa mengatasi virus korona, agar harga bahan pokok di pasar kembali normal. Kami pun berjualan dapat untung lumayan jadinya,” Ucap dia. (Yetty/hm06)