22.9 C
Medan
Saturday, January 22, 2022
spot_img

Harga Minyak Curah dan Gula Pasir Merangkak Naik

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menjelang akhir tahun, harga gula pasir dan minyak goreng (curah) mulai merangkak naik di pasar tradisional Pematangsiantar. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut masing-masing sebesar Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram (kg).

Wawan, salah satu pedagang bahan pokok mengatakan, harga minyak goreng naik Rp2.500 per kilogram (kg) menjadi Rp13.500 per kg. “Gula pasir naik juga, tapi sedikit kalau dibandingkan beberapa hari yang lalu. Sekarang harganya Rp13 ribu per kilo. Ini sudah naik Rp1.500 juga,” ujarnya pada Mistar, Selasa (29/12/20).

Dia menyebutkan permintaan gula pada Natal dan Tahun Baru cukup tinggi. “Tapi harga gula masih bisa dibilang tergolong normal. Justru harga minyak goreng yang berangsur mengalami kenaikan akhir-akhir ini,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Sembako Melonjak, Pelaku Usaha Rumah Makan Terpaksa Naikkan Harga

Sementara untuk jenis bahan pokok lainnya seperti beras kualitas medium dibanderol seharga Rp10 ribu per kg dan beras kualitas premium dijual Rp12 ribu per kg. Untuk tepung terigu rata-rata Rp7.000 per kg.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas, Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Elpiana Turnip melalui sambungan telepon selulernya mengatakan, kenaikan minyak goreng tersebut dikarenakan biaya atau cost meningkat. Hal ini disebabkan karena peningkatan permintaan Crude Palm Oil (CPO) dunia yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng.

“Ada peningkatan atas permintaan terhadap minyak goreng. Sehingga akumulasi penyesuaian harga dilakukan oleh pemerintah. Disamping itu, biaya untuk pengangkutan maupun lain-lain juga perlu dihitung. Apalagi kondisi faktor cuaca yang sangat ekstrim akhir-akhir ini,” jelasnya.

Baca Juga:H-1 Natal, Harga Kebutuhan Pokok Melejit

Elpiana juga mengatakan, kenaikan harga minyak goreng tidaklah terlalu signifikan. Di samping barang juga masih banyak tersedia di masyarakat. Namun, apabila kenaikan harga minyak goreng tersebut sudah terlalu melampaui batas, maka pihaknya akan membentuk tim untuk mencari solusi nantinya.

“Ditambah lagi, masa pandemi Covid-19, permintaan CPO justru semakin meningkat yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng. Salah satunya dari luar negeri sudah kembali normal sejak diberlakukannya lockdown pada beberapa negara,” pungkas Elpiana. (yetty/hm12)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: