31.7 C
Medan
Wednesday, August 10, 2022
spot_img

Edy Rahmayadi Nantikan Kontribusi Alumni IPB Sumut di Sektor Pertanian

Medan, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menantikan kontribusi Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Sumut terutama di sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian Sumut.

Total Luas lahan pertanian di Sumut yang tersedia sekitar 647.223 ha, namun menurut Edy Rahmayadi kesejahteraan petani masih belum meningkat. Bukan hanya itu, harga komoditas pertanian juga cenderung fluktuatif.

“Lahan kita luas dan subur, produksi pertanian kita besar, tetapi harga tetap mahal, Nilai Tukar Petani juga masih kecil. Ini lah perlu perhatian dari bapak/ibu sekalian lulusan IPB,” kata Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus HA IPB periode 2022-2026 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Sabtu (25/6/22).

Baca Juga: Serapan Anggaran Masih Rendah, Gubernur Sumut Minta Daerah Segera Maksimalkan

Menurut Edy Rahmayadi, sumber daya alam Sumut sangat berpotensi dalam bidang pertanian, namun butuh ahli-ahli pertanian untuk memaksimalkannya. Ia pun menantikan kontribusi dari ahli-ahli pertanian IPB untuk mengembangkan pertanian Sumut.

“Kita kolaborasi, bersinergi agar pertanian Sumut ini lebih maju. Saya sudah mengelilingi Indonesia, dan menurut saya Sumut yang tanahnya paling subur dan tepat untuk mengembangkan berbagai macam pertanian dan perkebunan. Saya menanti kontribusi bapak ibu sekalian” ungkap Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis.

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie mengatakan, saat ini masih ada 24% desa yang tergolong tertinggal dan sangat tertinggal. Padahal, untuk membangun Indonesia harus terlebih dahulu membangun desa-desanya.

Baca Juga: Anggota DPRD Sumut: Pemerintah Harus Benahi Tata Niaga Pertanian yang Buruk

“Ini (desa) energi bangsa, kita karena itu misi utama kita mengeluarkan mereka (desa tertinggal dan sangat tertinggal) dari garis kelompok tersebut. Kita kolaborasi, mendistribusikan SDM kita ke daerah,” kata Budi.

Ketua Umum DPP HA IPB Walneg mengatakan, salah satu cara yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pertanian daerah dengan memulangkan lulusan sarjana IPB ke kampung halaman. Program ini diberi nama Wiratani Bangun Desa (Wibasa) dan mereka diarahkan untuk berwirausaha pertanian atau sektor yang terkait.

Tahun ini direncanakan IPB akan memulangkan lulusan sarjananya ke 150 titik di Sumut untuk menjadi wiratani. Diharapkan ini bisa berdampak kepada masyarakat langsung dan juga lulusan sarjana IPB yang kembali ke desanya menjadi agen perubahan.

Baca Juga: Pemprov Sumut Sambut Baik Investasi Pertanian dan Energi Terbarukan

“Ini sudah menjadi program kami, kita akan latih, kita beri modal untuk menjadi wiratani di desanya. Mudah-mudahan berjalan lancar dan dia bisa menjadi agen perubahan di desanya,” kata Walneg.

Sementara itu, Ketua DPD HA IPB Sumut Imam Budiharjo yang baru saja dilantik bersama pengurus lainnya membuat program pembinaan untuk petani dalam waktu dekat. “Visi DPD HA IPB di periode ini bekerja sama lintas sektor, partisipatif dan kolaboratif. Kita harus memberikan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya didampingi Sekretaris Muhammad Fadly Abdina dan Bendahara Irshad Hakim.

Hadir pada acara tersebut Rektor IPB Arif Satria dan jajarannya, mantan Sekdaprov Sumut R Sabrina, Sekdakab Serdangbedagai Faisal Hasrimy dan OPD Pemprov Sumut. Hadir juga unsur Forkopimda, petinggi BUMD Sumut serta seluruh pengurus DPD HA IPB Sumut yang dilantik. (Rahmad)

 

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: