Masyarakat Kota Ganja Azerbaijan Menangis, Ini Penyebabnya

Serangan rudal yang menerjang kota Ganja Azerbaijan, tewaskan puluhan warga sipil dan hancurkan sejumlah bangunan.(f:ist/mistar)

Ganja, MISTAR.ID

Masyarakat Kota Ganja Azerbaijan Menangis. Pasalnya, sebuah serangan rudal menerjang sejumlah rumah dan mengakibatkan puluhan orang tewas, Sabtu (17/10/20) dini hari.

AFP melaporkan sebuah gedung runtuh akibat serangan tersebut, masyarakat pun menangis dan masih mengenakan pakaian tidur dan pakaian mandi serta sendal tidur. Puluhan kru tim penyelamat dengan helm merah berusaha mencari korban selamat di bawah puing dengan tangan kosong dalam kegelapan yang penuh debu bertebangan dari reruntuhan.

Usai beberapa jam mencari, satu tim membawa sekantung plastik hitam berisi bagian tubuh korban ke ambulans, termasuk sebuah kepala dan sepotong tangan. Serangan rudal ini terjadi pada Sabtu dini hari ketika sebagian besar penduduk terlelap. Hikmat Hajiyev, seorang asisten Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan di media sosial bahwa menurut “informasi awal, lebih dari 20 rumah hancur”.

Pemukiman lainnya di Ganja juga ditembak oleh rudal dan menewaskan 10 penduduk sipil pada Minggu lalu. Tim penyelamat meminta penduduk setempat untuk diam dan tenang supaya mereka bisa mendengar teriakan minta tolong dari korban yang tertimbun. Tim juga meminta identitas orang yang selamat, paket-paket yang belum terbuka, dan pakaian dari puing-puing.

Baca juga: Space X Crew Dragon Antarkan Dua Astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Salah seorang saksi mengaku ia melihat seorang anak kecil, dua perempuan, dan empat laki-laki ditarik dari reruntuhan, meski kondisi mereka masih belum bisa dipastikan. “Satu wanita kehilangan kakinya. Orang lain kehilangan satu lengan di siku,” kata Elmir Shirinzaday, 26 tahun.

Reporter AFP kemudian melihat tiga korban lainnya dibawa dengan tandu, namun belum diketahui kondisinya seperti apa. “Istri saya di sana, istri saya di sana,” teriak seorang pria sembari menangis kepada tim paramedis.

Pada waktu yang kurang lebih berdekatan di kota Mingecevir, satu jam perjalanan ke arah utara dari Ganja, AFP mendengar suara ledakan besar yang mengguncang bangunan.

Mingecevir dilindungi oleh sistem anti rudal karena merupakan lokasi dari bendungan penting, namun masih belum jelas apakah suara itu berasal dari sebuah rudal dihancurkan di udara atau lainnya.

Baca juga: Tak Ada Pemudik Masuk Melalui Bandara Internasional Kualanamu

Kementerian Pertahanan mengatakan Mingecevir telah berada “di bawah tembakan”, namun mereka tak menyediakan informasi lebih detail. Belum ada keterangan lebih lanjut terkait serangan kedua tersebut.

Wilayah pegunungan di barat Azerbaijan tersebut tetap di bawah kendali separatis etnis Armenia sejak gencatan senjata 1994 yang mengakhiri perang enam tahun dan menewaskan 30 ribu orang. (cnn/hm07)