Keluarga Korban Pengancaman dan Pengrusakan 2 Rumah di Dairi, Selamatkan Diri Lewat Pintu Belakang

Husor Malau didampingi Dohar Malau (anak Jellas P Malau) usai membuat LP di SPKT Polres Dairi.(f:mistar/manru)
Husor Malau didampingi Dohar Malau (anak Jellas P Malau) usai membuat LP di SPKT Polres Dairi.(f:mistar/manru)

idikalang, MISTAR.ID

Kasus pengancaman dan pengrusakan dua unit rumah di Dusun Napanbellang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, ternyata menyimpan kisah lain.

Saat peristiwa pengrusakan itu terjadi, enam bersaudara keluarga korban Jellas P Malau, terpaksa menyelamatkan diri lewat pintu belakang dalam cuaca gelap dan medan belakang rumah curam.

“Kami menyelamatkan diri dari pintu belakang rumah hingga di antara kami ada yang terguling-guling dan mengalami luka ringan,” kata Jellas P Malau (57) pemilik rumah yang dirusak, saat membuat laporan polisi (LP) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Makopolres Dairi, Senin (10/5/21)

Jellas mengatakan, saat pengancaman dan pengrusakan rumah itu terjadi, ia bersama  istri, anaknya , serta adeknya Husor Malau (53) dengan  istrinya Ani Sihombing, sedang duduk asyik bercerita di dalam rumahnya, Minggu(9/5/21).

Baca Juga:Sebut “Siapa Jago Disini”; Dua Rumah Milik Marga Malau Diobrak-abrik Warga di Dairi

Sekisar pukul 21.30 Wib, tiba-tiba seorang warga bernama Mitoro Sinaga mendatangi rumahnya dan langsung mengancam Jellas Malau.

“Keluar kau Jellas, biar kubunuh kau! Ini tanah ompungku!” kata Mitoro seperti ditirukan Jellas.

Mendengar ancaman itu, lalu Jellas keluar rumah. Ternyata saat itu Mitoro Sinaga sudah ditarik  warga lainnya.

Saat itu Jellas pun menyahut,”Silahkan marah. Marah-marah lah  kau disitu!” sahut Jellas kepada Mitoro.

Namun selang waktu, dua warga lain, Lussang Malau dan Poster Sinaga datang dan bersorak seraya mengajak warga lain.

“Mari kita bunuh si Jellas ini!” teriak Poster saat itu.

Setelah itu sekitar 50 orang warga datang dan langsung melakukan pelemparan  rumah Jellas. Sebahagian dari massa ada yang mematikan meteran listrik hingga suasana gelap tiba-tiba.

Baca Juga:Dituding Pelihara Begu Ganjang, Dua Unit Rumah di Dairi Dirusak Massa, Keluarga Disandera

Merasa terancam karena banyak lemparan batu, juga  listrik padam, Kelurga Jellas Malau memutuskan lari menyelamatkan diri dari pintu belakang rumah yang medannya curam.

Akibatnnya, diantara mereka ada yang jatuh terguling hingga mengalami luka ringan dan badan memar. Mereka menyelamatkan diri ke rumah Jellas yang lain, yang berjarak  sekitar 500 meter dari rumah yang sebelumnya telah dirusak massa.

Namun massa kembali mendatangi mereka dan melakukan pelemparan rumah. Tapi para korban memilih diam di rumah, sambil menunggu mobil jemputan anak Jellas, yang sengaja datang dari Tanah Karo untuk menjemput mereka.

“Rumah yang dirusak massa berjumlah tiga unit. Ada dua rumah yang isi diobrak-abrik hingga hancur berantakan,” sebut Jellas Malau.

Jellas juga menyebutkan, motif pengancaman dan pengrusakan dua unit rumah itu diduga dipicu perkara tanah antara dirinya dengan salah seorang warga desanya.

Sebelumnya warga itu telah menggugat keluarga Jellas Malau ke PN Sidikalang, namun gugatan terhadap dirinya tidak dapat ditindaklanjuti atau putusan (NO) tertanggal 5 April 2021.

Atas kejadian tersebut Jellas mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Untuk itu, dia didampingi anaknya, Dohar Malau, meminta pihak kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut secara terang benderang dan para pelaku diberikan hukuman.

Baca Juga:Dituding Pelihara Begu Ganjang Hingga Rumah Dirusak Warga, Jamapor Sagala: Kami Minta Kepastian Hukum

Kejadian  tersebut  sudah dilaporkan ke Polres Dairi dibuktikan melalui surat tanda penerimaan laporan dengan Nomor:STPL/B/132V/2021/SPKT/RES DAIRI/POLDA SUMUT.

Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, pelapor atas nama Jellas P Malau sedang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Amatan wartawan di Makopolres Dairi, puluhan warga diduga para pelaku pengancaman dan pengrusakan dua unit rumah Jellas Malau, juga sedang berada di Makopolres  Dairi.

Namun belum diketahui tujuannya, apakah hendak membuat laporan polisi. Di antara puluhan warga diduga para pelaku, ketika hendak dikonfirmasi termasuk terlapor, tidak bersedia memberi keterangan.

Namun di antara mereka mengatakan,”Kami juga mau mengadukan mereka (Jellas,red) ke polisi, karena di antara mereka yakni Husor Malau menenteng kelewang,” sebut salah seorang di antara mereka.(manru/hm01)