22.8 C
Medan
Thursday, August 18, 2022
spot_img

Sejarah Perkembangan Meja Sejak Jaman Mesir Kuno Hingga Sekarang

MISTAR.ID

Meskipun dengan kegunaan yang tak terhitung banyaknya, semuanya jenis meja memiliki satu kesamaan: permukaan biasanya datar dan horizontal, yang dapat digunakan untuk mengerjakan suatu aktivitas atau makan. Di luar ini mungkin ada lebih banyak jenis meja berdasarkan funsi dan bentuknya daripada jenis furnitur lainnya.

Selain variasi konstruksi, meja berkaki empat telah mendominasi sejak Mesir kuno, meskipun meja Yunani dan Romawi sering bersisi pelat, seperti altar. Karakteristik utama lain yang menentukan dari sebuah meja adalah tingginya, dan ini telah meningkat seiring dengan perubahan tempat duduk; meja dari Roma kuno cukup rendah untuk menyajikan sofa rendah, sementara jenis yang lebih dibuat lebih tinggi untuk menyesuaikan dengan tinggi kursi.

Meja gaya Barat merupakan paling awal dimana hanya berupa papan sederhana yang ditopang di atas tiang penyangga yang dipasang saat dibutuhkan untuk makan.

Meja trestle kontemporer, dimana meja ini tidak dapat diturunkan dan tidak fleksibel, dengan kaki tunggal dan permukaan berbentuk dipan yang polos menyatu sebagai satu senyawa.

Baca juga: Saat Bisnis Kopi di Siantar Bergelut dengan Biji Arabica dan Edukasi Masyarakat

Meja jenis jembatan panjang dan lebar yang minim digunakan untuk meja makan. Meja monastik dikenal sebagai meja ruang makan. Jenis meja yang digunakan abad pertengahan yang umum digunakan untuk meja makan.

Dibuat dengan empat kaki dan dihubungkan dengan knop yang yang kokoh. Meja makan awal semacam itu yang dikenal sebagai “meja gabungan” berukuran besar dan masif, dan sering kali dilengkapi dengan kursi-kursi yang tinggal ditarik untuk lebih meningkatkan kapasitasnya.

Pada zaman Tudor (abad ke-16), kaki meja makan ini mulai dibentuk dengan putaran besar dan bulat, dan akhirnya memunculkan meja alas tunggal atau ganda.

Perkembangan paralel dapat dilihat pada pembuatan meja yang dirancang untuk ditempatkan di sepanjang atau di dinding daripada di tengah ruangan. Meja konsol (dibuat dengan braket dan tidak ada kaki belakang), meja dermaga (dinamakan demikian karena awalnya dirancang untuk menempati ruang dinding antara jendela), meja samping, dan meja aula adalah contoh dari jenis ini.

Baca juga: 5 Tips Menghentikan Rasa Gatal Pada Janggut Anda

Selanjutnya perkembangan bentuk meja disesuaikan dan dirancang sesuai pengggunaan untuk tujuan tertentu selain makan termasuk jenis seperti meja artis dan meja drafting (ditandai dengan atasan miring dan sering dapat disesuaikan), meja biliar, meja kartu (sering dibuat bundar untuk menampung lebih mudah pemain tambahan, dan juga sering dibuat dengan atasan lipat untuk menempati lebih sedikit ruang saat tidak digunakan), meja komuni, meja rias (biasanya dilengkapi dengan cermin), meja perpustakaan, dan meja teh.

Secara penempatan meja atau lokasi meja juga sangat menentukan ukuran dan bentuk meja, seperti meja samping tempat tidur, meja malam, meja samping dan ujung, dan meja sofa.

Berjalan dengan berkembangnya teknologi dan banyaknya kecerdasan, telah digunakan untuk membuat meja yang dapat diperluas atau diperkecil ukurannya, biasanya untuk makan dengan permukaan lebar, seperti meja makan, meja kerja dan meja sofa.

Demikian pula, banyak meja telah dilengkapi dengan berbagai laci dan rak, dan bahkan, dalam kasus meja perpustakaan, dengan lemari, sampai-sampai meja-meja itu sering kali lebih tepat diklasifikasikan sebagai jenis-jenis furnitur yang berbeda, seperti meja rias, meja samping dan meja (atau meja tulis). (FineWood/ja/hm07)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: