Disfungsi Seksual Pada Wanita, Penyebab dan Pengobatannya

Ilustrasi.(net)

MISTAR.ID–Seks tidak dapat disangkal merupakan salah satu hal paling menyenangkan dan mengasyikkan untuk kebutuhan batiniah Anda. Pemahaman, stabilitas mental, dan kerja sama antara dua individu berfungsi sebagai dasar untuk hubungan yang bahagia.

Namun, banyak yang menghadapi ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan itu bisa membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi rengang. Disfungsi seksual lebih sering terjadi pada perempuan dan menjadi ancaman bagi hubungan mereka dengan pasangannya masing-masing.

Sementara koneksi emosional dianggap juga perlu untuk mempertahankan hubungan tersebut. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan pernikahan mengalami masalah hubungan karena masalah seksual yang tidak terucapkan di antara pasangan.

Apa itu Disfungsi Seksual?
Dalam istilah medis, masalah seksual seperti kurangnya hasrat seksual, tidak bisa orgasme atau rasa sakit saat berhubungan dapat diklasifikasikan sebagai disfungsi seksual wanita. Masalah-masalah ini dapat terjadi selama atau setiap fase siklus respons seksual, yaitu urutan perubahan emosional dan fisik yang terjadi pada seseorang saat terangsang. Ini membatasi pasangan untuk mengalami kepuasan maksimal dari aktivitas seksual yang mana seharusnya bisa mereka nikmati secara berbeda.

Baca Juga: Amankah Berhubungan Intim Saat Corona? Ini Kata Dokter

Wanita mana pun dapat menghadapinya di usia berapa pun dalam hidup mereka. Terkadang, Anda mungkin tidak mengetahuinya, tetapi itu sudah tertanam di dalam pikiran Anda bahwa hal tersebut normal terjadi pada wanita. Disfungsi seksual dapat terjadi karena masalah dalam siklus respons seksual dan itu termasuk interaksi psikologis, emosi, pengalaman, gaya hidup, dan hubungan yang kompleks.

Percaya atau tidak, kepercayaan pribadi juga dapat berkontribusi besar dalam hal ini. Banyak yang menganggapnya sebagai topik yang memalukan dan terlalu pribadi untuk didiskusikan dan karenanya, masalah seperti ini tidak terlalu diperhatikan. Penelitian telah menemukan bahwa sekitar 43% wanita menghadapi disfungsi seksual sementara hanya 31% pria yang melaporkan tentang masalah seksual mereka.

Baca Juga: Mengapa Pasangan Setelah Bertengkar Mengakhiri dengan Berhubungan Intim? Ini Alasannya

Apa penyebab disfungsi seksual?
Masalah seperti itu kebanyakan muncul ketika terjadi perubahan hormon tubuh yaitu saat Anda mengandung bayi atau saat menopause. Bisa jadi karena masalah psikologis atau fisik. Namun, faktor-faktor berikut memiliki efek yang lebih besar pada disfungsi seksual:

-Penyebab fisik
Penyakit besar seperti kanker, diabetes, gagal ginjal, masalah kandung kemih atau penyakit yang berhubungan dengan jantung juga dapat menyebabkan disfungsi seksual. Obat yang terdiri dari beberapa antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin dan obat kemoterapi, dapat menurunkan hasrat seksual dan kemampuan tubuh untuk mengalami orgasme. Jadi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter saat minum obat-obat tersebut.

-Penyebab hormonal
Selama menopause, tubuh wanita melepaskan tingkat estrogen yang lebih rendah yang dapat mengubah jaringan genital dan mengubah daya respon seksual. Hal ini menyebabkan penurunan aliran darah ke daerah panggul yang tidak memberikan banyak sensasi genital, atau untuk membangun gairah dan mencapai orgasme. Lapisan alat kelamin juga bisa menjadi lebih tipis dan kurang elastis jika Anda tidak aktif secara seksual. Hal ini dapat menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan, yang juga dikenal sebagai dispareunia. Selama kelahiran atau menyusui juga dapat menurunkan kadar hormonal.

Baca Juga: Mengapa Pasangan Menghadapi Kebosanan saat Berhubungan Seks?

-Penyebab psikologis
Kecemasan atau depresi dianggap sebagai penyebab utama disfungsi seksual, karena dapat melibatkan stres yang ekstrim atau riwayat emosi atau pelecehan seksual. Wanita hamil sering stres tentang melahirkan dan perubahan tubuh yang cepat juga mengakibatkan efek yang sama. Jika Anda memiliki masalah atau sering bertengkar dengan pasangan, kemungkinan besar aktivitas seksual Anda berdua akan berkurang.

Kapan Anda harus berkonsultasi ke dokter?
Saat Anda menyadari bahwa Anda dan pasangan bertengkar karena masalah seksual, ada isyarat bahwa Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Bagi sebagian orang, ini mungkin bukan masalah besar, tetapi bagi sebagian lainnya, perawatan medis dan terapeutik sangat diperlukan.
Perawatan medis termasuk Terapi Estrogen, Ospemifene, Terapi Androgen dan banyak lagi. Ini adalah perawatan yang diinduksi oleh hormonal yang dapat memperbaiki warna alat kelamin, meningkatkan elastisitas dan aliran darah vagina, meningkatkan lubrikasi dan meningkatkan hasrat seksual.

Solusi Therapitacil seperti komunikasi, pemeliharaan kebiasaan gaya hidup sehat atau mengunjungi terapis seks dapat menjadi pilihan lain bagi wanita yang menghadapi disfungsi seksual. Anda mungkin merasa malu untuk datang dan membicarakan masalah pribadi Anda, tetapi sejujurnya, tidak ada yang perlu disembunyikan ketika Anda mencari orang yang tepat dan ahli untuk memberika solusi.(TimesofIndia/ja/hm02)