6 Persepsi Salah Tentang Berhubungan Intim Bagi Wanita

Ilustrasi.(net)

MISTAR.ID–Sebagian besar dari kita tumbuh dewasa dengan mengetahui tentang berhubungan intim dari teman sekelas, majalah, buku, dan internet. Faktanya, bagi sebagian besar dari kita, internet adalah tempat terbaik untuk mencari jawaban. Pusat informasi ini bisa sangat berguna tetapi juga bisa menyesatkan Anda.

Sebagian besar dari kita senang belajar tentang hubungan intim karena dianggap sebagai fenomena alam yang menyenangkan tetapi banyak yang masih hidup dengan dalih yang salah. Jadi, kami telah mengumpulkan beberapa persepsi keliru yang dimiliki orang-orang tentang berhubungan intim dan mencoba untuk mengevaluasi.

Hubungan intim pertama kali sangat menyakitkan
Ini adalah kisah tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi yang tidak dapat disangkal akan sangat menyakitkan saat pertama kali seorang wanita berhubungan intim. Mungkin benar bagi sebagian orang, tetapi aman untuk mengatakan bahwa wanita tidak harus mengalami yang menyakitkan jika mereka terangsang dengan benar.

Baca Juga: Mengulik Kemungkinan Penularan Corona saat Berhubungan Seks

Soalnya, lubrikasi yang tepat dan gairah seksual sangat penting bagi seorang wanita dan itu akan membantu mengurangi rasa sakit yang luar biasa yang dihadapi wanita pertama kali saat berhubungan intim. Beberapa mungkin memiliki pengalaman yang sedikit menyakitkan sementara yang lain mungkin benar-benar menikmatinya.

Anda tidak boleh berhenti apabila sudah memulai
Persetujuan di antara pasangan selalu menjadi bagian terpenting dalam hubungan intim. Kami perlu menekankan bahwa, bahkan di tengah-tengah melakukan hubungan intim, Anda pasti bisa berubah pikiran dan meminta pasangan Anda untuk berhenti. Tidak peduli seberapa bersemangat mereka, begitu Anda berubah pikiran dan ingin berhenti, pasangan Anda harus menghormatinya. Karena berbagai alasan seperti mood yang buruk atau tidak nyaman, Anda dapat meminta mereka untuk segera berhenti.

Baca Juga: Mengapa Pasangan Menghadapi Kebosanan saat Berhubungan Seks?

Label ‘pelacur’ dan ‘pemalu’
Pelabelan pada wanita ketika mereka melakukan hubungan intim lebih awal atau sebelum pernikahan mereka. Konotasi kata yang sangat negatif ini mempermalukan wanita dan membuat mereka percaya bahwa keperawanan menentukan harga diri mereka. Di sisi lain, orang-orang yang tidak berhubungan seks dan memilih untuk tetap perawan, disebut ‘pemalu’. Itu semua pilihan mereka, kapan mereka merasa nyaman untuk berhubungan intim dan dengan siapa. Orang tidak punya hak untuk merendahkan atau memanggil orang lain berdasarkan apa yang telah mereka lakukan dengan kehidupan intim mereka.

Terlalu banyak hubungan intim berarti ukura alat kelamin yang semakin kendur
Jika seseorang melakukan banyak hubngan intim, itu berarti adalah dorongan alami yang dirasakan manusia normal. Melakukan hubngan intim dapat meningkatkan fungsi tubuh dan memperbaiki kondisi kesehatan serta membuat hormon Anda bahagia. Juga, bahkan jika tentang kendur atau elastisitas alat kelamin setelah berhubungan intim, seharusnya itu tidak menjadi masalah.

Baca Juga: Duh! Kasus Covid-19 Melonjak di Australia Akibat Pesta Seks

Alat kelamin wanita adalah otot elastis yang berkontraksi dan mengembang untuk menyesuaikan dan memfasilitasi hubungan intim yang nyaman. Setelah melahirkan pun akan mengubah tampilan, tapi itu semua tergantung perawatan dan latihan otot untuk mengembalikan ke bentuk semula.

Anda tidak bisa tertular penyakit jika menggunakan proteksi
Dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit kelamin lainnya. Ini memang benar. Namun, kita harus selalu berhati-hati bahwa selalu ada 1% kemungkinan tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) yang menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit, air ludah dan cairan tubuh lainnya. Asosiasi Kesehatan Seksual Amerika menyatakan bahwa kondom kurang efektif dalam menyebarkan IMS seperti Herpes dan HPV.

Pria mendambakan seks lebih dari wanita
Ide ini sepenuhnya seksis dan tidak benar. Kami sangat mendukung fakta bahwa pria dan wanita sama-sama tertarik untuk berhubungan intim. Pemikiran semacam ini menggambarkan pria sebagai pemangsa nafsu seks yang lapar yang tidak bisa berhenti saat mereka dibutuhkan. Banyak wanita, di sisi lain, telah melaporkan bahwa mereka ingin berhubungan intim lebih sering daripada yang mereka lakukan saat ini dan tidak mengherankan jika wanita dan pria sama-sama memiliki dorongan seks yang tinggi.(TimesofIndia/ja/hm02)