Pinus Disepanjang Jalan Pangururan -Tele Digarap Oknum Panderes

Para Penderes itu adalah merupakan kelompok Tani Hutan yang ada didesa Partuko Naginjang.(f,Sawangin/mistar)

Samosir, MISTAR.ID

Akhir-akhir ini sedang marak penderes Pinus di wilayah Kabupaten Samosir. Ironisnya Pohon jenis cemara yang seogianya tumbuh menjadi penyangga tanah (Rawan Longsor) disepanjang Jalan Pangururan-Tele turut dieksekusi para oknum penderes sehingga membuat rasa kewatiran bagi pengguna jalan yang melintasi daerah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Hatogoluan Sitanggang Ketua Garda Bela Negara Nasional (GBNN) DPC Kabupaten Samosir kepada wartawan Mistar Selasa 22/2/21 saat bertemu disalah warung Kopi didaerah Pangururan Samosir.

Dia mengatakan cukup prihatin dengan maraknya oknum Panderes yang menggarap Pinus disepanjang jalan Pangururan – tele, yang rawan longsor.

Baca Juga: DPC F SPTI-K.SPSI Samosir Somasi Kadisnaker dan Koperindag Pemkab Samosir

Dia menatakan seharusnya pihak terkait, perlu menkaji lebih dulu sebelum memberi izin kepada para Oknum kelompok Tani Hutan ,karena saya rasa cepat atau lambat pasti mendapat dampak negatif terkait kegiatan didaerah tersebut.

” Disini yang pasti kita harapankan, supaya dilakukan kajian ulang, terutama dilereng perbukitan dikawasan Danau Toba, yang rawan bencana longsor”. Ujarnya

Hatoguan Sitanggang bercerita sudah pernah berkomunikasi kepada KPH XIII Dolok Sanggul, untuk menstop kegiatan penderesan getah kayu pinus yang berada dicuraman, sepanjang jalan tele dan didaerah Penyangga Danau Toba yang ada didesa Partuko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara.

Baca Juga; Pemkab Samosir Serahkan Surat Perjanjian Kerja Kepada 25 P3K

Dengan maraknya pemberitaan terkait Penderes Pinus tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Saut Tamba baru-baru ini mengatakan terkait Penderes Pinus yang sudah mulai marak didaerah itu, telah menyurati Pihak KPH XIII Dolok Sanggul untuk dilakukan pembinaan kepada pihak Kelompok , sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan terutama dilereng bukit yang berdampak rawan longsor.

Sementara itu Joni Sagala dari Komisi II DPRD Kabupaten Samosir,mengatakan bahwa banyak temuan dilapangan penderesan sudah melewati 30% dari ukuran diameter pohon. Jelas ini dapat berdampak kerusakan pada pokok Pohon Pinus nantinya.

” Jadi kita berharap KPH XIII Dolok Sanggul agar menghentikan Panderes yang ada disepanjang Jalan Tele Pangururan, untuk menghindari Rawan Longsor didaerah itu. Dan harus menjadi perhatian serius bagi segenap stekholder”. pungkasnya.

Bernat Purba selaku KPH XIII wilayah Dolok sanggul ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan Bahwa para Penderes itu adalah merupakan kelompok Tani Hutan yang ada didesa Partuko Naginjang. Dan termasuk binaan dari Dinas Kehutanan, dan selalu kita bina dilapangan, Tutur nya.( Sawangin/hm13)