Demo Ke Kantor Bupati, Ribuan Massa Teriaki Bupati Dairi Pembohong

Ribuan massa dari Kecamatan Parbuluan  demontrasi ke kantor Bupati Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang dengan teriakan "Bupati Dairi Bupati pembohong ".Selasa (20/4/21) (f: manru/mistar)

Sidikalang,MISTAR.ID

Ribuan massa dari Kecamatan Parbuluan  melakukan demontrasi ke halaman Kantor Bupati Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang  dengan teriakan “Bupati  Dairi Bupati pembohong “.Selasa (20/4/21).

Massa bertolak dari Kecamatan Parbuluan dengan menggunakan puluhan kenderaan bak terbuka dikawal mobil Patwal Polres Dairi.

Pimpinan aksi P Sijabat Pias, C Nadeak , J Sinaag  silih berganti menyampaikan orasinya dan menuding Bupati Dairi, DPRD, Sekda, BPN, pengecut, karena tidak bersedia menerima massa dan berulang-ulang meminta para pimpinan agar hadir menerima massa.

Massa menuntut  Bupati Dari mundur atau dilengserkan  karena tidak bisa memperjuangan rakyat.

Baca Juga: Aksi Demo di Kantor DPRD Dairi, Pedagang: Bubarkan PD Pasar Sidikalang

Massa mengaku mosi tidak percaya denga para pimpina Daerah, juga kepada DPRD dengan adanya korporasi dengan pihak investor demi kepentingan pribadi.

Massa  dengan sebutan Pancatura Marhaen mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya segera menciutkan kawasan hutan yang berada dalam administrasi Desa Parbuluan VI , mendesak Bupati Dairi Eddy Kelleng Berutu dan Wakil Bupati Dairi Jimmy AL Sihombing  mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat petani.

Mosi tidak percaya kepada DPRD Dairi karena adanya dugaan persekongkolan jahat korporasi , meminta copot Kapolres Dairi karena tidak memperhatikan anggotanya dalam menjalankan tugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat karena tidak netral dalam persoalan rakyat, meminta KPK  supaya mengusut tuntas perijinan PT .Gruti diwilayah Dairi karena diduga telah melakukan persekongkolan jahat dengan pemerintah Kabupaten Dairi.

Massa seragam menggunakan janur kuning kelapa sebagai tali  pengikat kepala sebagai pertanda massa peserta aksi.(Manru/hm13)