Bupati Dairi Akhirnya Bersedia Usulkan Aspirasi Massa Pengunjuk Rasa ke Pemerintah Pusat

Asisten Pembangunan dan Perekonomian, S.Charles Bantjin saat menerangkan matriks usulan TORA di ruang kerjanya, Rabu(21/4/21) (f:mistar/manru)
Asisten Pembangunan dan Perekonomian, S.Charles Bantjin saat menerangkan matriks usulan TORA di ruang kerjanya, Rabu(21/4/21) (f:mistar/manru)

Sidikalang, MISTAR.ID

Menyikapi aspirasi masyarakat dari Kecamatan Sumbul dan Kecamatan Parbuluan, yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Dairi menuntut pembebasan dan lahan penciutan hutan yang sudah lama mereka kuasai, Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu, mengaku siap mengusulkan lahan itu melalui program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) dan kini prosesnya sedang berjalan.

Hal itu dikatakan pimpinan aksi, Zulkifli Lumban Gaol yang juga ketua PBHI Sumut, selaku pendamping massa petani marhaen, usai mengikuti diskusi singkat bersama Bupati Dairi di Ruang Rapat Bupati Dairi, Rabu (21/4/21)

“Hasil rapat kami tadi,Bupati mengaku bersedia mengusulkan lahan yang sudah lama dikuasai masyarakat agar ditetapkan menjadi hak masyarakat yang kini menjadi persoalan karena mau dikuasai perusahaan ke pemerintah pusat, namun temponya tidak ditetapkan sampai kapan,” ujar Zulkifli.

Baca Juga:Unjuk Rasa Besar-besaran di Dairi, Ini Desakan Massa pada Bupati

Terpisah Bupati Dairi melalui Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, S Charles Bantjin di ruang kerjanya, Rabu (21/4/21) menerangkan, usulan itu sudah disampaikan melalui matriks usulan TORA.

“Prosesnya sedang berjalan dan Pemkab Dairi sudah melakukan langkah-langkah untuk usulan dimaksud. Diantaranya pembentukan tim inventerisasi dan verifikasi penguasaan tanah di kawasan hutan dalam rangka pengusulan pelepasan kawasan hutan untuk sumber TORA,” katanya.

“Selanjutnya, progres kerja, tindak lanjut, sosialisasi, pengumpulan data dan sudah menyurati Direktur Jeneral Planalogi Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk permohonan usulan yang bekerjasama dengan tim yakni, PUTR, KLH, Camat dan Pemerintahan Desa, serta penyerahan format usulan peta indikatit sudah disampaikan ke pemerintah pusat,” tambahnya.

Baca Juga:Demo Ke Kantor Bupati, Ribuan Massa Teriaki Bupati Dairi Pembohong

Sebelumnya massa yang  terdiri dari warga Kecamatan Sumbul dan Kecamatan Parbuluan, kembali melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut penciutan kawasan hutan di wilayah kedua kecamatan tersebut yang sudah dikuasai berpuluh tahun agar dibebaskan

Para demonstran  melalui para orator dan pimpinan aksi, menuntut Bupati Dairi, Eddy Kelleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing, agar segera mengusulkan penciutan kawasan hutan yang sudah lama mereka kelola dan diusahai

Massa tiba dan terlebih dahulu meminta maaf kepada warga yang sedang enjalani ibadah puasa karena kegiatan unjuk rasa tersebut.

Adapun lahan kawasan hutan yang didesak  agar segera diusulkan penciutan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi diantaranya, Desa Parbuluan VI, Desa Pargambiran, Desa Perjuangan, Desa Barisan Nauli, serta Desa Sileu-leu Parsaoran.(manru/hm01)