24 C
Medan
Sunday, June 26, 2022
spot_img

Agustina Manik, Pelari Asal Asahan Raih Medali Perak di SEA Games Vietnam

Asahan, MISTAR.ID

Pencapaian Agustina Mardika Manik, putri daerah asal Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan Sumatera Utara sungguh membanggakan. Sudah tiga medali diraihnya untuk Tim Merah Putih selama dua kali mengikuti SEA Games di Filipina 2019 dan Vietnam 2022.

Terakhir, sprinter wanita berhijab ini menyumbangkan medali perak bagi Indonesia di nomor 800 meter putri dengan catatan waktu 2 menit 9,990 detik di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, pada Senin (16/5/22) kemarin.

Pencapaian ini disambut suka cita oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan yang saat pertandingan memberikan dukungan meski secara tak langsung kepada Agustina lewat layar kaca lewat nonton bareng (nobar).

Baca juga: Mahasiswi Unimed Raih Medali Perak pada SEA Games 2022 di Vietnam

“Pencapaian Agustina ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Sosoknya menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak atlet di daerah khususnya di Asahan,” kata Ketua KONI Asahan, Harris, kepada wartawan, Kamis (19/5/22).

Sejauh ini, kata Haris, Agustina sudah mengoleksi tiga medali dalam dua kali perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara yang dia ikuti yakni medali perak dan perunggu di nomor lari putri 1.500 dan 800 meter di Filipina tahun 2019 dan medali perak di nomor lari 800 meter putri pada SEA Games Vietnam 2022.

“Agustina merupakan atlet yang ditemukan bakatnya lewat Pekan Olahraga tingkat Kabupaten (Porkab) pada tahun 2013. Waktu itu dia mewakili kampung halamannya dari Kecamatan Bandar Pasir Mandoge,” kenang Haris.

Setelah mencapai prestasi gemilang di Porkab, wanita kelahiran 18 Januari 1995 itu terus mengasah kecepatannya berlari hingga mengikuti event kejuaraan atletik di berbagai negara.

Baca juga: Perenang Putri Indonesia Masniari Wolf Sumbang Medali Emas Pertama di SEA Games

Bakat Agustina sebagai pelari sudah kelihatan sejak dia di bangku sekolah dasar. Keluarganya hidup sederhana dan tinggal di desa yang memiliki kontur perbukitan di Asahan. Ia kerap berlari dari rumahnya menuju sekolah naik turun bukit setiap hari agar tidak terlambat. Kebiasaan itu yang membuat dirinya kuat dan menjadi atlet hingga sampai saat ini.

“Atas prestasi yang diraihnya, Agustina sudah pasti akan mendapatkan perhatian dari Pemkab Asahan, ada penalti asih bonus ketika dia pulang nanti,” tutup Haris. (perdana/hm09)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: