Selamat dari Tabrakan Maut yang Telan 5 Korban Jiwa, ini Kesaksian Sepri Saragih

Sepri Ijon Maujana Saragih menunjukkan hasil ronsennya di RSUD dr Djasamen Saragih, pada Jumat (20/11/20) sore.(f:mistar/ferry)
Sepri Ijon Maujana Saragih menunjukkan hasil ronsennya di RSUD dr Djasamen Saragih, pada Jumat (20/11/20) sore.(f:mistar/ferry)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Seorang pengacara muda, Sepri Saragih, yang mobilnya ikut jadi korban dalam tabrakan beruntun di Jalan Asahan KM 4 Nagori Dolok Marlawan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, selamat dari kecelakaan yang menelan 5 korban jiwa tersebut.

Meski mobil Daihatsu Terios BK 1090 SQ yang dikendarainya ringsek setelah mengalami 3 kali benturan keras saat terjadinya kecelakaan, tubuh pria yang bernama lengkap Sepri Ijon Maujana Saragih itu hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki dan lengannya.

Atas mukjizat yang diterimanya itu, pengacara berusia 30 tahun yang beralamat di Perumahan Senayan Indah Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar itu, terdengar berlangkali mengucapkan puji Tuhan, saat diminta menceritakan kronologis kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga:Ini Penuturan Tetangga Korban Kecelakaan Maut di Jalan Asahan

“Kemarin, tepatnya hari Kamis tanggal 19 November 2020, waktu itu saya mengendarai mobil saya, mobil daihatsu terios dengan nomor polisi BK 1090 SQ. Waktu itu saya melaju ke Kisaran untuk mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kisaran,” tuturnya ketika ditemui di RSUD dr Djasamen Saragih, usai mengambil hasil ronsen bagian tubuhnya pada Jumat (20/11/20) sore.

Mobil Daihatsu Terios yang dikendarai Sepri Ijon Maujana Saragih yang ringsek akibat truk tronton yang remnya blong.(f:mistar/ist)
Mobil Daihatsu Terios yang dikendarai Sepri Ijon Maujana Saragih yang ringsek akibat truk tronton yang remnya blong.(f:mistar/ist)

“Namun setibanya di TKP, tepatnya di depan kantor Pangulu Dolok Marlawan, ada dorongan, memang dari kaca spion tengah saya sudah lihat sebuah mobil truk menabrak mobil angkutan yang ada di belakang mobil saya dengan keras. Mobil angkutan itu kemudian menghantam mobil saya, selanjutnya mobil saya menghantam mobil kijang Innova warna silver yang ada di depan,” lanjutnya.

Setelah itu, mobil angkutan yang menghantam mobilnya lari ke kanan, dan mobilnya juga ikut lari ke kanan, namun tiba-tiba datang lagi dari arah berlawanan satu buah mobil angkutan lain yang menabrak mobilnya lagi.

Baca Juga:Pasca Kecelakaan Beruntun, Sopir Truk Ditetapkan Tersangka

“Waktu itu posisi mobil saya masih agak mengarah ke arah Perdagangan, namun dalam hitungan detik, mobil saya dihantam lagi sama truk itu, sampai posisi mobil berbalik arah jadi mengarah ke Pematangsiantar. Bukan itu saja, hampir disaat bersamaan, datang lagi mobil angkutan menabrak pintu belakang mobil saya, jadi mobil saya itu mengalami 3 kali benturan keras,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, kata Sepri, kakinya sempat terjepit di kopling mobilnya. “Tapi puji Tuhan, saya bisa melepaskan kaki saya. Dan karena mobil saya sudah peot-peot, pintunya tidak bisa dibuka lagi, saya dorong pakai kaki saya kaca pintu sebelah kanan mobil saya, lalu saya keluarlah sendiri. Setelah jatuh keluar mobil, saya sempat tergeletak, tidak pingsan, cuma tergeletak karena saat itu saya sangat kesakitan,” ungkapnya.

Dari tempatnya tergeletak, kata Sepri, ia diangkat oleh beberapa warga. “Dibawalah saya ke Puskesmas pembantu di Kantor Pangulu Dolok Marlawan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Memang puji Tuhan, waktu itu saya masih bisa jalan, dan meminta tolong kepada warga agar mengamankan barang-barang saya yang ada di dalam mobil saya seperti laptop, printer, handphone dan dompet. Dan memang semuanya aman,” terang Sepri.

Baca Juga:Kecelakaan Beruntun di Jalan Asahan, Supir Truk Maut Serahkan Diri ke Polisi

Setelah itu semua, kata Sepri, ia melihat mobil truk itu sudah berhenti di beram jalan. “Saya gak tahu, ternyata truk itu sebelumnya sudah menabrak sepeda motor sebelum menabrak kami. Waktu saya mau mengambil barang-barang saya itu, berjarak sekitar 100 meter sudah terlihat ada mayat, setelah saya mendekat sudah ada tiga anak-anak dan kakeknya tergeletak. Lalu saya lihat lagi ada mayat lain yang tegeletak. Dan waktu di Puskesmas itu pun, saya lihat korban ada yang bocor kepalanya, ada yang bibirnya koyak,” bebernya.

“Setelah itu, saya telepon adek saya, saya menunggu di warung. Setelah adek saya datang, datanglah lagi istri saya sama ipar saya, dan membawa saya ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk dironsen karena memang waktu itu dadaku dan kaki terasa sangat sakit. Sekitar satu jam di rumah kait, barulah saya dibawa pulang ke rumah. Dan hari ini, puji Tuhan, dari hasil ronsen saya tidak apa-apa, hanya mengalami lukat lecet saja. Kira-kira begitulah kronoloisnya yang saya ketahui,” tutupnya.

Saat ditanya, apa langkah selanjutnya yang akan dilakukannya setelah kejadian yang menghancurkan mobilnya itu, Sepri tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan dan kepada para warga yang membantu memberikan pertolongan.

“Yang pertama saya mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas mujizat yang saya terima, dan kedua saya juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang berupaya membantu para korban kecelakaan saat itu. Harapan saya, kejadian inikan tidak diinginkan siapapun, apalagi sampai ada 5 korban jiwa, kita berharap itikad baik dari pihak perusahaan pemilik truk dan dari pihak perusahaan pengguna jasa angkutan truk itu,” cecarnya.

Seakan mewakili para korban kecelakaan maut itu, Sepri kembali memohon dengan sangat kepada semua pihak perusahaan terkait agar beritikad baik kepada para korban.

“Karena kita tahu, truk itu milik per orangan di Riau. Ada 15 truk milik warga Riau itu yang bekerja sama dengan PT CSN. Jadi PT CSN ini perusahaan resmi yang bergerak di bidang jasa pengangkutan untuk pengangkutan bahan baku kertas milik PT TPL ke Kerinci. Jadi secara hukum tidak ada kaitannya langsung dengan PT TPL, tapi kami memohon itikad baik semua perusahaan terkait itu kepada para korban,” ujarnya.

Bila pihak perusahaan terkait itu tidak memiliki itikad baik, kata Sepri, ia akan membawanya ke jalur hukum. Karena memang, kata Sepri, sesuai dengan pengakuan sopir truk yang menyeruduk para korban itu, muatan truk yang dikemudikannya saat itu over kapasitas.

“Saya memang belum tahu berapa muatan maksimal truk tronton seperti itu, tapi sopir sudah mengakui karena muatannya berlebih, sehingga rem truk tidak sanggup menahan laju truk itu sehingga kami ditabrak semuanya,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Sepri, ia berharap kepada pihak Pemerintah Provinsi agar segera memperbaiki jalan rusak yang menjadi lokasi kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (19/11/20) kemarin.

“Saya mohon jalan yang sudah berlobang-lobang itu segera diperbaiki,” ujarnya.

Sementara kepada pihak Kepolisian, Sepri berharap, agar mengusut dan menangkap semua pihak yang bertanggungjawab atas adanya truk yang kelebihan muatan tapi beroperasi bebas di jalanan.

“Siapa pihak yang bertanggungjawab terhadap adanya truk yang over tonase bisa lolos dan beroperasi mulai dari porsea sampai ke kerinci di riau. Saya berharap itu diusut tuntas,” tutupnya.(ferry/hm01)