28 C
Medan
Sunday, October 2, 2022
spot_img

Pemko Siantar Kurang Memerhatikan Anak Berkebutuhan Khusus

Pematangsiantar | MISTAR.ID – Pemerintah kota Pematangsiantar sepertinya kurang memberi perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Upaya membangun kesadaran untuk memberi perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sangat penting, mengingat mereka juga memiliki kelebihan dan keahlian layaknya orang lain.

Seperti yang dilakukan Yayasan Generasi EPIC, pimpinan Ruth Maya Tamba M.PSi. Mereka menggelar acara “Pentas Profesi” dikuti sebanyak 22 anak ABK.

Anak-anak itu terlihat sangat bersemangat mengikuti acara demi acara yang digelar di Jalan Sipahutar, Kota Pematangsiantar, Jumat (25/10/19).

Suasananya sangat menggembirakan, anak-anak tersebut berusaha mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki, ada yang memperagakan layaknya dokter, pemusik, pengusaha, bahkan ada yang jadi tukang cleaning servis atau petugas kebersihan.
Menurut Maya, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi anak ABK agar suatu saat mereka bisa mandiri.

“Walaupun itu mungkin butuh waktu,tapi kami tetap melakukan edukasi tersebut. Acara ini sudah berjalan sebulan, hari ini merupakan puncaknya,” katanya.

“Tujuannya mensosialisasikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus bahwa mereka istimewa, dan juga memiliki berbagai keahlian seperti anak-anak lainnya. Kita harapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua juga lebih menghargai anak-anaknya yang berkebutuhan khusus,” ujar Maya lagi.

Mengajar anak dengan kebutuhan khusus, kata Maya, tidak bisa disamakan dengan mengajar anak-anak pada umumnya.

Bahkan ada keluarga yang sengaja menyembunyikan anaknya yang berkebutuhan khusus, karena mereka malu.

Dalam hal ini menurutnya pemerintah Kota Pematangsiantar masih kurang peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Sebenarnya kami beserta teman-teman dari yayasan atau lembaga lain juga pernah mengajak pemerintah atau yang punya kebijakan, untuk membantu ABK ini, terutama yang ekonominya kurang mampu, biasanya mereka cenderung menutup-nutupi anaknya. Karena mereka tidak tau mau kemana meminta bantuan. Tapi sampai saat ini kami belum bisa menjumpai pihak pemerintah,” ungkapnya.

Maya sangat berharap kepada pemerintah ataupun masyarakat umum, bahwa anak-anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang istimewa dan juga memiliki berbagai keahlian seperti anak-anak lainnya.

Reporter: Yetty
Editor: Herman Maris

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Kadishub ke Wartawan di Sidang Paripurna HUT ke-75 Dairi: Apa Foto-foto,...

Dairi, MISTAR.ID Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi Parulian Sihombing berlagak seperti preman dan terkesan arogan kepada wartawan mistar.id bernama Julius Manurung. Seperti yang terjadi saat...

Motor di Wahana Tong Setan Pasar Malam di Kisaran Keluar Jalur,...

Asahan,MISTAR.ID Sebuah unggahan video di sosial media memperllihatkan kepanikan pengunjung wahana tong setan di lokasi hiburan pasar malam yang berlokasi di kawasan Terminal Madya Kisaran...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: