Harga Sewa Lahan Tinggi, Petani Padi Di Siantar Mengeluh

Lahan persawahan di Siantar makin mahal. (f:billy/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga sewa lahan persawahan di Kota Pematangsiantar, naik dari Rp10-Rp13 juta menjadi Rp17 juta per hektar per tahun. Kenaikan itu dipicu tingginya harga gabah kering panen dan gabah kering giling di musim tanam pertama.

B Manurung (60) warga Kelurahan Tong Marimbun mengatakan, harga sewa lahan tertinggi di Kota Pematangsiantar yakni Rp18 juta per hektar per tahun. Padahal tahun 2018 masih Rp8 juta per hektar per tahun.

Ia melanjutkan, sebagian petani membayar sewa lahan pertanian dengan persentase dari hasil panen dalam setahun. Namun, untuk petani penyewa perdana harus membayar di muka uang sewa lahan itu dan diberikan waktu selama 10 hari setelah ada persetujuan dengan pemilik lahan.

Baca juga: Setahun Irigasi Manik Silau Ambruk, Ratusan Hektar Sawah Petani Terancam Tak Berproduksi

“Sebenarnya jika dihitung dengan modal dan hasil yang dicapai sewa lahan tahun ini cukup memberatkan petani karena petani tidak mendapatkan keuntungan lebih. Tapi, bagaimana lagi petani tidak punya pilihan,” ujar B Manurung ditemui Mistar, Minggu (30/8/20/ pagi.

Ia melanjutkan, pada musim tanam pertama petani belum bisa menikmati untung meski meraih penghasilan Rp 19 juta per hektar. Biaya itu harus dikurangi ongkos produksi Rp6,5 juta per hektar dan biaya sewa lahan Rp18 juta per hektar per tahun. “Petani baru bisa untung pada musim tanam kedua dan ketiga karena telah balik modal pada musim tanam pertama dan kedua,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ancaman burung dan hama padi juga sering menjadi penyebab meruginya petani saat musim panen. “Terkadang persoalan hama burung pemakan padi juga menjadi persoalan serius, sangat merugikan ketika dipanen padi tinggal kulitnya saja isinya habis atau padi lapung,” ujarnya.

Petani berharap, untuk menghindari kerugian Pemerintah perlu menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. B Manurung mengatakan, biasanya harga gabah rendah pada musim tanam kedua akibat serangan wereng dan hama.

“Kami berharap peran Bulog dalam menaikkan HPP sehingga gabah petani yang harganya rendah dapat diserap bulog sehingga petani bisa merasakan keuntungan meskipun harga sewa lahan pertanian naik,” ujarnya. (billy/hm09)