Setahun Irigasi Manik Silau Ambruk, Ratusan Hektar Sawah Petani Terancam Tak Berproduksi

Saluran irigasi pertanian yang ambruk.(f:mistar/roland saragih)
Saluran irigasi pertanian yang ambruk.(f:mistar/roland saragih)

Simalungun, MISTAR.ID – Sudah hampir satu tahun saluran irigasi Manik Silau di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun ambruk. Akibatnya, ratusan hektar sawah di arel Dusun Manik Silau, Dusun Bah Kapuran dan Dusun Tigabolon Panei,

terancam tak lagi berproduksi secara maksimal akibat lahan kekurangan air.

“Sudah setahun yang lalu ambruk sepanjang lebih kurang 10 meter, bagunannya sudah jatuh ke jurang sedalam 50 meter,” keluh Tom Prelly Purba warga Manik Silau kepada Mistar, Rabu (12/2/20).

Tom juga menyampaikan, selain pertanian terancam tak lagi berproduksi, kolam ikan milik petani yang jumlahnya juga terbilang banya ikut terancam.

Akibatnya, lahan yang dulunya ditanami padi sawah, sebagian dari petani di daerah itu mulai beralih ke pertanian darat.

Pola tanam dan serentak tanam kini sudah tidak dapat dilakukan, yang ada petani sekarang menanam apa saja yang penting dapat menghasilkan.

Sudiman Sihombing, seorang tokoh adat yang juga kesehariannya merupakan petani sangat menyesalkan pihak pemerintah yang kesannya melakukan pembiaran terhadap saluran irigasi yang ambruk tersebut. Menurutnya, dengan beragamnya pola dan jenis tanam yang dilakukan dalam satu hamparan akan memicu keterlangsungan hidup hama, baik ulat maupun tikus.

Ia berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, untuk segera melakukan penanganan tanggap darurat terhadap saluran irigasi yang ambruk di Manik Silau tersebut, sebelum skondisnya emakin parah.

“Saya khawatirkan akan melebar ambruknya karena tergerus oleh air,” ujar Sudiman Sihombing.

Untuk membantu petani, dia berharap agar Pemkab Simalungun mengambil langkah awal dengan melalukan perbaikan sementara, agar air dapat mengalir, menunggu perbaikan secara permanen hingga dinas terkait turun ke lokasi ambruknya saluran tersebut agar dapat dikaji tindakan apa yang akan diperbuat.(hm02)

Penulis : Roland Saragih

Editor : Herman Maris