30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022
spot_img

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, Pengamat: Tentu Akan Memperbesar Ruang Interaksi Masyarakat

Medan, MISTAR.ID

Bulan Juli 2022, Presiden Joko Widodo direncanakan akan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi Lapangan Merdeka.

Revitalisasi ini pun diharapkan dapat mengembalikan lapangan yang dulunya alun-alun ini ke fungsi awalnya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga dapat memperbesar interaksi antar warga.

Selama ini, lapangan yang pada zaman Belanda dinamakan de Esplanade ini tidak sepenuhnya menjadi RTH. Sebab, sisi depan Lapangan Merdeka yang menghadap balai kota dan Bank Indonesia terdapat banyak bangunan yang digunakan berjualan sehingga mempersempit ruang interaksi warga.

Dalam melakukan revitalisasi, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengusung konsep hijau. Selain itu, revitalisasi juga akan mempertahankan signifikansi sejarah dan karakter lapangan yang aktif digunakan sejak 1880 tersebut sebagai ruang terbuka.

Baca Juga:Budayawan: Revitalisasi Lapangan Merdeka Kembalikan Citra Medan Sebagai Kota Berbudaya

“Saat ini, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang publik untuk saling berinteraksi. Masyarakat nantinya bisa memanfaatkan fungsi Lapangan Merdeka sebagai tempat untuk melewati waktu sambil menikmati suasana baru,” kata Bobby Nasution, baru-baru ini.

Keinginan Bobby Nasution merevitalisasi Lapangan Merdeka untuk memperbanyak dan memperbesar ruang interaksi antar warga, dinilai sangat tepat oleh dosen Administrasi Publik Fisipol Universitas Medan Area (UMA) Bahrum Jamil MAP.

Dikatakannya, warga sudah lama menunggu Lapangan Merdeka dikembalikan sebagai ruang publik guna memperbesar ruang interaksi.

“Revitalisasi merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Kota Medan. Saya sangat mendukung, begitu juga masyarakat tentunya. Apalagi sudah keluar blueprint dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan yang mempublis bagaimana nantinya bentuk dari Lapangan Merdeka ini. Tentunya kita sangat menunggu hal tersebut,” ungkap Bahrum, Minggu (3/7/22).

Baca Juga:Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka Medan Akan Direlokasi ke Jalan HM Yamin

Bahrum menyebut, idealnya sebuah kota memang harus menjadi kota ramah lingkungan. Salah satu indikatornya RTH yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti olahraga, tempat bersantai, rekreasi bersama keluarga dan refreshing melepas penat.

“Yang penting tetap dalam koridor RTH. Artinya, tidak ada bangunan permanen dan yang ada hanyalah suasana hijau, asri, bersih dan rapi. Jadi kalau program revitalisasi ini dilakukan oleh Pak Wali, saya bersama masyarakat Kota Medan mendukung hal ini,” tegasnya.

Meski begitu, Bahrum berharap Pemko Medan dapat merawat dan melakukan pengawasan bila revitalisasi sudah dilakukan. Selain itu, keamanan dan kenyamanan warga nantinya juga perlu diperhatikan, terutama soal parkir.

“Jangan sampai ada jukir liar yang tiba-tiba muncul mengutip uang pengunjung. Saya harap Pemko Medan menyediakan tempat parkir nantinya. Di samping itu, kalau bisa hindari adanya pedagang liar yang masuk dan mengganggu kenyamanan pengunjung. Kita berharap Pemko Medan menyediakan stand UMKM Kota Medan untuk mempromosikan produknya sehingga maju dan berkembang,” pungkasnya.(rahmad/hm10)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: