Ombudsman ke RS Pirngadi, Menanyakan Penanganan Bayi Lahir dengan Usus di Luar Perut

    Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar saat berada di RSU Pirngadi Medan melihat bayi yang lahir dengan kondisi usus di luar perut, Sabtu (21/11/20). (foto:ist/mstar)

    Medan, MISTAR.ID

    Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan, Sabtu (21/11/20), usai mendapatkan laporan tentang kondisi bayi asal Kabupaten Langkat yang lahir usus di luar perut yang belum juga dioperasi.

    Didampingi Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Sumut James Marihot Panggabean, Abyadi pun melakukan kunjungan ke ruang perawatan bayi itu. Dalam kunjungan tersebut, Abyadi didampingi Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Sumut James Marihot Panggabean, berdialog dengan perwakilan manajemen rumah sakit terkait kodisi gastroschisis yang dialami Fadil.

    Melalui sambungan telepon, dokter bedah RSU Pirngadi Medan, dr Sayed Misyari’ SpB menjelaskan, bahwasa kelainan bawaan yang dialami pasien bukan salah siapa-siapa. Hal ini terjadi karena kuasa dari yang Maha Kuasa.

    Baca Juga: Sepekan di RS Pirngadi Medan, Bayi Usus di Luar Perut Belum Dioperasi

    “Tidak ada yang salah di sini. Bukan karena makanan dan bukan salah ayah dan ibunya,” sebutnya.

    Sementara itu terkait operasi yang belum dilakukan, dr Sayed menjelaskan bahwa dalam kondisi pasien yang sekarang akan sangat sulit dilakukan operasi. Karena seluruh usus termasuk kantong kemihnya dalam posisi diluar perut.

    “Bagaimana usus yang begitu banyak di luar dimasukkan ke dalam kantong perut yang kecil. Kita membedah ini jangan sampai memperburuk keadaan, dan jangan sampai malah menyakiti dia,” jelasnya.

    Baca Juga: Tips Melindungi Bayi Anda yang Baru Lahir di Saat Pandemi Covid-19

    Sayed mengaku, memang dalam kelainan bawaan ada bermacam-macam. Dalam kasus gastroschisis ini juga ada yang sedikit dan ada yang banyak.

    “Jadi penanganan kalau sedikit bisa masuk sendiri. Sedangkan kasus ini semua keluar termasuk kantong kemihnya. Jadi hal yang tidak mungkin. Harapan hidupnya juga kecil, baik dioperasi ataupun tidak dioperasi,” bebernya.

    Kendati begitu, Sayed menyampaikan, penanganan yang dilakukan terhadap bayi sudah maksimal, sehingga bayi saat ini dalam kondisi stabil. Dia menegaskan, pihaknya juga terus memberikan dukungan penuh agar bayi dapat terus bertahan.

    Baca Juga: Semua Produk Perawatan Kulit Bayi Anda Harus Bebas PAMAS, Ini Alasannya

    Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan, kunjungan yang mereka lakukan ini merupakan Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) dalam merespon laporan yang diterima. Apalagi menurut dia kejadian ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

    Akan tetapi setelah melihat langsung dan berkomunikasi dengan dokter serta tim manajemen RSUD dr Pirngadi, terhadap pasien memang telah dilakukan berbagai upaya pelayanan. Termasuk kondisinya telah dijelaskan kepada orang tua bayi.

    “Tapi perhitungan dokter bedah kalau (ususnya) dimasukkan sama halnya dengan menyakiti karena perutnya yang kecil. Hal ini lah yang membuat mereka tidak bisa melakukan operasi,” tuturnya.

    Sementara itu, terkait harapan keluarga agar dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik, Abyadi menyatakan akan segera dikoordinasikan. Karena menurut penjelasan pihak RS Pirngadi mereka telah mengkomunikasikannya melalui sistem sis rute untuk proses rujukan.

    “Tapi memang Pirngadi mengaku belum mendapatkan respon. Ini lah yang nanti akan kita koordinasikan. Dari sisi pelayanan, sejauh ini saya lihat sudah proporsiona, tetapi tetap akan kita kroscek lagi,” pungkasnya. (saut/hm02)