23.9 C
Medan
Wednesday, October 5, 2022
spot_img

KPPU Akan Panggil Perusahaan Minyak Goreng di Sumut

Medan, MISTAR.ID

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil 1 Medan akan memanggil perusahaan minyak goreng di wilayah Sumatera Utara (Sumut), terkait mahalnya harga minyak goreng yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.

Saat ini, harga minyak goreng curah dijual diharga Rp18 ribu per liter untuk tingkat grosir, sedangkan untuk tingkat eceran bisa seharga Rp20 ribu per liter.

Harga ini tidak jauh beda dengan harga minyak goreng kemasan. Padahal, Harga Ecer Tertinggi (HET) untuk minyak goreng ini yakni Rp11 ribu per liter.

“Kami akan segera mengundang salah satu perusahaan minyak goreng di Sumut. Pertemuan itu nantinya mau kita tanyakan secara lebih detail mengenai permasalah harga minyak saat ini,” kata Kepala KPPU Kanwil I Ridho Pamungkas, Senin (22/11/21).

Baca Juga:Pasar Murah Minyak Goreng Digelar di Medan, Catat Jadwalnya!

Menurutnya, masalah mahalnya harga minyak goreng ini tidak hanya secara daerah saja tapi sudah nasional. “Jadi kita akan cari tahu dulu melalui diskusi dengan perusahaan-perusahaan ini, nanti akan kita info kembali bagaimana pengawasan yang akan kita lakukan,” sebutnya.

Terpisah, Kadisperindag Sumut Aspan Sofyan mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut telah menggelar pasar murah minyak goreng di sejumlah titik pasar tradisional.

Di Medan, sambungnya, baru hari ini digelar hingga 2 hari ke depan. “Usai pasar murah ini, kita akan berkoordinasi¬† dengan pihak produsen apakah mereka bersedia untuk berpartisipasi kembali dalam pasar murah ini,” tuturnya.

Baca Juga:Pedagang di Medan Keluhkan Harga Minyak Goreng yang Masih Mahal

Aspan juga berharap agar akan segera ada kebijakan untuk HET terbaru dari Kementerian Perdagangan, agar dapat disesuaikan dengan harga minyak dunia saat ini.

“Harapan kita agar HET ini bisa cepat diterbitkan Kementerian sehingga pihak produsen bisa menetapkan harga pasarnya ke depan. Karena untuk harga HET yang berlaku saat ini masih di harga Rp11 ribu per liter, yang saat ini tak bisa lagi menjadi patokan,” jelasnya.

Ditambahkannya, pada HET Rp11 ribu per liter ini harga CPO hanya Rp550 per metrikton. Sedangkan saat ini CPO sudah Rp1.200, naik dua kali lipat. “Jadi kita harap ada ketetapan HET terbaru dari Mendag,” pungkasnya.(anita/hm10)

Related Articles

TRENDING NOW

Tenggang Waktu Berakhir, Ranperda P-APBD 2022 Dairi Resmi Tidak Dibahas Lagi

Sidikalang, MISTAR.ID Rancangan Peraturan Daerah(Ranperda) tentang perubahan anggaran pendapatan belanja daera(P-APBD) T.A 2022 Kabupaten Dairi resmi tidak dibahas karena tenggang waktunya sudah berakhir sesuai aturan...

Inter Milan Taklukkan Barcelona 1-0 di Grup C Liga Champions

Milan, MISTAR.ID Inter Milan sukses mengantongi tiga poin usai menekuk Barcelona 1-0 dalam laga lanjutan Grup C Liga Champions di Giuseppe Meazza, Milan pada Rabu...
Suami Bacok Istri Berulang Kali di Dolok Pardamean Simalungun, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

KDRT, Dampak dan Pencegahan

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: