9.8 C
New York
Friday, April 26, 2024

IDI Kembali Berduka, Dokter Ke 7 Di Medan Gugur Akibat Covid-19

Medan, MISTAR.ID

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Medan kembali berduka, setelah seorang dokter muda berprestasi yakni dr Andhika Kesuma Putra, seorang Dokter Spesialis Paru menjadi relawan Covid-19 meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Kali ini kabar duka juga datang dari dr Dennis. Hingga kini, 7 dokter di Medan dan total ada 11 dokter di Sumut meninggal akibat Covid-19.

Dokter muda ini memang bukan salah satu relawan Covid-19, namun dokter umum yang berpraktek di salah satu klinik di daerah Kampung Lalang tersebut meninggal setelah 5 hari di rawat di Rumah Sakit Siloam karena terinfeksi Covid-19.

“Setahu saya almarhum bekerja di salah satu klinik, namun tidak langsung menangani pasien Covid-19. Usianya masih 32 tahun. Almarhum merupakan dokter termuda di Medan yg meninggal dunia dengan infeksi Covid-19,” kata Ketua IDI Cabang Kota Medan, dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL kepada Mistar, Rabu malam (12/8/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Kabar Duka dari Medan! Dokter Tampan itu Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Lanjut dr Wijaya, saat ini ada satu teman almarhum dr Dennis yang juga bekerja di klinik yang sama tengah dirawat di ICU salah satu RS di Medan. “Diantara 7 dokter di Medan yang meninggal Dokter Dennis yang paling muda usianya. Dan, setahu kita tidak ada penyakit penyerta,” jelasnya.

Saat ditanyakan apakah ada rasa enggan pada dokter bila kasus Covid-19 terus menelan korban jiwa? Dokter Wijaya menuturkan jauh sebelum ada Covid-19 dokter selalu berpegang teguh pada sumpahnya untuk mengutamakan kesembuhan pasiennya bahkan menghargai kehidupan sejak masa pembuahan.

“Namun di balik prinsip sumpahnya tersebut para dokter sebagai warga negara juga wajib mendapat perlindungan dari negara layaknya warga negara lainnya. Kiranya kita masih berharap dukungan seluruh pihak, baik dari pemerintah dan masyarakat untuk turut menghargai perjuangan para dokter yang dalam tidurnya seolah tetap terbangun karena ketika mereka bertugas seolah-olah menghadapi jutaan peluru yang tidak terlihat mata,” terangnya.

Baca juga: Satu Dokter RS USU Meninggal, Pasien Covid-19 Bertambah Terus di Sumut

Maka, dr Wijaya juga meyakini dan percaya tidak ada satupun dokter akan meninggalkan tanggung jawabnya sepanjang masih mampu dia bertahan di tengah krisis semangat dan bahaya infeksi Covid-19 yang selalu mengancam.

“Bagi sejawat yang mempunyai penyakit penyerta saran saya untuk 3-4 minggu ke depan istirahat sejenak. Lalu, bagi sejawat yang bertugas langsung di ruang isolasi agar beristirahat 2 minggu setelah 2 minggu bertugas. Jika dinilai satu RS lebih bermakna jika menangani pasien non-Covid, maka RS tersebut tidak boleh menangani pasien Covid-19, begitu sebaliknya,” ujarnya.

Namun, sambung dr Wijaya saat ini kekhawatiran yang ada justru layanan untuk pasien non Covid-19 akan terganggu, mengingat banyak tenaga kesehatan yang justru tidak langsung menangani pasien Covid-19 terinfeksi saat ini. “Oleh karena itu sangat penting memetakan kembali RS yang ada,” tukasnya.

Baca juga: dr Andhika Dokter ke-9 Gugur Akibat Covid

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Mayor Whiko membenarkan kabar meninggalnya seorang dokter di RS Siloam Medan, Rabu sore (12/8/2020). “Betul, ia sempat dirawat 5 hari di RS Siloam,” kata dr Whiko melalui pesan singkat whatsappnya.

Menurutnya Dokter Dennis yang meninggal sekitar pukul 17.53 WIB hasil swab PCR nya positif Covid-19. “Ia dokter umum yang berpraktek di daerah Kampung Lalang Medan, ” ujarnya.

Informasi yang diperoleh, dr Dennis adalah dokter umum di Klinik Gereja Bethel Kampung Lalang. Ia sempat menjalani perawatan lima hari di RS Siloam Medan. “Dokter Dennis masih muda dan saat ini teman dokter satu kliniknya juga sakit yang sama, dan tengah dirawat di RS yg sama (RS Siloam),” pungkasnya. (anita/hm09)

Related Articles

Latest Articles