Brimob Poldasu Patroli Sambangi Warga, Ini Tujuannya

    Brimob Poldasu Patroli Sambangi Warga, Ini Tujuannya
    Personil Satuan Brimob Polda Sumut memberikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat, Sabtu (21/11/20).(f:ist/mistar)

    Medan, MISTAR.ID

    Personil Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menggelar patroli dialogis di sepanjang Jalan Cemara Medan, Sabtu (21/11/20). Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mencegah paham radikal dan anti Pancasila.

    Selaku pimpinan patroli, Iptu Rudi mengatakan, dalam patroli itu personil Detasemen Gegana memberikan dan menyampaikan pesan Kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat maupun tokoh agama untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

    “Hal ini guna menangkal dan mencegah masuk serta berkembangnya paham radikal yang anti Pancasila sekaligus turut serta mensukseskan agenda nasional berupa Pilkada Serentak Tahun 2020,” ungkapnya.

    Baca Juga:Cegah Covid-19, Brimob Poldasu Sterilkan Terminal Pinang Baris

    Selain itu, sebut dia, patroli dan kegiatan tatap muka ini juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, sekaligus mengimbau warga agar waspada dan hati-hati dalam menjaga kamtibmas di lingkungannya masing-masing.

    “Kami meminta kepada masyarakat, agar bijak dalam memanfaatkan media sosial untuk mencegah berkembangnya paham radikal yang anti Pancasila, serta mengimbau warga apabila menemukan konten yang mengarah kepada hal yang menyimpang segera melaporkan kepada aparat keamanan,” ucapnya.

    Baca Juga:Poldasu Berharap Kerusuhan Pilkada Lalu Tak Terulang

    Sambung dia, pihaknya terus berusaha hadir di tengah masyarakat demi menciptakan Kamtibmas. “Eksistensi polisi di tengah-tengah masyarakat baik pada pagi, siang, sore maupun malam hari terus ditunjukkan Sat Brimob Polda Sumut dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” kata dia.

    Rudi menambahkan, bahwa pada saat ini banyak konten-konten yang bermuatan radikal beredar di media sosial. Oleh karena itu pihaknya melaksanakan kegiatan patroli dan dialogis untuk mencegah warga terpengaruh.

    “Saat ini penyebaran paham radikal banyak beredar di medsos, maka dari itu masyarakat harus jeli dan bijak serta pandai-pandai menyaring maupun memilih informasi sebelum di share,” terangnya.(saut/hm10)