24.4 C
Medan
Saturday, May 21, 2022
spot_img

Ratusan Buruh Pabrik iPhone Mengamuk Di India

Bengaluru, MISTAR.ID

Gaji tak dibayar selama 4 bulan dan mengaku dieksploitasi mengakibatkan ratusan buruh pabrik iPhone yang dikelola Taiwan di India mengamuk. Pihak berwenang sejauh ini telah menangkap 100 orang yang terlibat kerusuhan itu dan berjanji akan menindaknya.

Kerusuhan terjadi pada Sabtu (12/12/20) di Wistron Infocomm Manufacturing yang merupakan pusat IT India di pinggiran Bengaluru.

Media melaporkan, dalam video yang beredar di media sosial terlihat jendela-jendela kaca yang dipecahkan dan mobil-mobil dibalik. Kamera CCTV, kipas angin, dan lampu-lampu dirusak, sementara sebuah mobil dibakar.

Baca juga: Neurotoksin, Penyakit Misterius India Akibat Keracunan Logam

Menurut laporan media lokal, para pekerja mengaku belum dibayar hingga empat bulan dan dipaksa menjalani shift tambahan. “Situasinya sekarang sudah terkendali. Kami membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden itu,” kata polisi setempat kepada media pada Minggu (13/12/20) dan menyebut tidak ada korban luka-luka.

Wakil Menteri Utama negara bagian Karnataka, C N Ashwathnarayan, menyebut kerusuhan itu adalah tindakan gegabah dan pemerintahannya akan memastikan situasi bisa diselesaikan dengan cepat.

“Kami akan memastikan bahwa semua hak pekerja dilindungi sebagaimana mestinya dan semua gaji mereka dibayar,” kicaunya di Twitter kemarin. Pemimpin serikat pekerja lokal menuding adanya eksploitasi berlebihan terhadap buruh di pabrik manufaktur iPhone.

Pemerintah negara bagian membiarkan perusahaan melanggar hak-hak dasar,” kata Satyanand kepada surat kabar The Hindu. Hingga berita ini diunggah belum ada tanggapan dari Wistron. Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 15.000 buruh, meski sebagian besar dari mereka dikontrak dari outsourcing.

Baca juga: Gawat! Usai Diberi Dosis Vaksin Uji Coba, Menkes India Positif Covid-19

Demo buruh yang berlangsung ricuh kerap terjadi di India, dengan alasan bayaran rendah dan sedikit bahkan tidak ada tunjangan jaminan sosial. Sejumlah besar pabrik manufaktur termasuk bagian dari sektor informal, yang mempekerjakan 90 persen tenaga kerja di “Negeri Bollywood”.

Pada September parlemen mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru, yang menurut pemerintah pusat akan memperkuat hak-hak buruh. Akan tetapi para aktivis buruh mengatakan, UU baru itu hanya mempersulit para pekerja untuk mogok kerja. (kompas/hm09)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: