25 C
Medan
Friday, May 20, 2022
spot_img

Menyaru jadi Pesawat Malaysia, Pesawat Mata-mata AS Memasuki Laut China

Hainan, MISTAR.ID

Hubungan Amerika Serikat dengan China semakin serius ditandai masuknya pesawat AS terbang mendekati wilayah udara China dengan cara menyamar sebagai pesawat komersil Malaysia.

Lembaga pemikir South China Sea Probing Initiative (SCSPI) mengungkap manuver itu dalam akun Twitternya.

Menurut SCSPI, seperti dilansir dari Sputnik, pesawat mata-mata Boeing RC-135W itu sempat tertangkap radar meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Kadena di Okinawa, Jepang, pada hari Selasa (8/9/20).

Baca Juga: Cegat 3 Pesawat Pembom AS, Rusia Kerahkan 8 Jet Tempur

Namun, secara misterius pesawat tersebut tiba-tiba tampak seperti pesawat Malaysia di atas Laut China Selatan pada radar.

SCSPI mencatat pesawat melintasi Laut China Selatan dan melakukan patroli di perairan internasional antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel.

Perairan di dua pulau itu memang tengah diklaim oleh China dan ditentang AS.

SCPSPI sebelumnya pernah mencatat ada RC-135W lainnya melakukan manuver yang sama beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: China Latihan Perang, Laut China Selatan Memanas

Pesawat itu menyiarkan pengenal kode hex Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (IACO) yang tidak jelas saat berpatroli di Laut China Selatan, dan tiba-tiba hilang setelah memasuki Laut Filipina.

Kode hex pesawat sendiri adalah bagian dari pendaftaran sebuah pesawat di IACO yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa dan jarang berubah. Kode akan mengidentifikasi pesawat di langit, memberi tahu pesawat lain serta sebagai informasi kepada menara pengawas di darat.

Transponder berfungsi sebagai landasan keselamatan penerbangan sipil, mencegah tabrakan serta kesalahan identifikasi, jika diubah maka akan terbuka kesalahan identifikasi.

Baca Juga: China-AS Semakin Memanas, Laut China Selatan Bukan Hawaii-nya AS

Oleh karena itu, apa yang dilakukan pesawat AS disebut sebagai bentuk kecerobohan dan bisa menyebabkan kecelakaan udara fatal.

Pemalsuan kode hex oleh pesawat AS bukanlah barang baru. Sejarah beberapa kali mencatat hal tersebut.

Contohnya terjadi pada 23 Februari 2019 di mana sebuah pesawat terbang dari Puerto Rico. Pesawat diketahui mulai menyiarkan kode hex palsu saat terbang mendekati wilayah Venezuela.

Insiden lain terjadi pada 3 Juli 2019, RC-135W lain di atas Teluk Persia mengalihkan kode transpondernya ke kode Iran saat terbang di dalam wilayah udara Iran, bahkan terbang di atas wilayah Iran dalam bentuk dua kode.(CNN/hm02)

 

 

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: