22.8 C
Medan
Thursday, August 18, 2022
spot_img

Jepang Usut Kematian 2 Pria Usai Suntik Vaksin Moderna

Tokyo, MISTAR.ID

Penyelidik di Jepang kini mengusut penyebat meninggalnya dua warga negaranya setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 merek Moderna. Vaksin itu diyakini berasal dari batch yang terkontaminasi partikel logam. Pemerintah negara itu kini menangguhkan 1,63 juta dosis dari batch yang sama.

Salah seorang warga yang meninggal adalah pria berusia sekitar 30-an. Ia meninggal bulan ini beberapa hari usai menerima dosis kedua Moderna, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Jepang.

Saat ini penyebab kematian dua pria tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Sebelumnya Jepang sudah menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis Moderna setelah menerima laporan pencemaran/terkontaminasi pada beberapa botol.

Baca Juga: Hindari Pembekuan Darah, Vietnam Padukan Vaksin Covid AstraZeneca dengan Pfizer

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin Moderna Covid-19. Penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menentukan apakah ada hubungan,” kata produsen vaksin yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi Moderna di Jepang, Takeda mengutip Reuters, Sabtu (28/8/21).

Sejauh ini pemerintah mengatakan belum menemukan masalah keamanan atau kemanjuran pada vaksin dan penangguhan merupakan tindakan pencegahan.

Fumie Sakamoto, manajer pengendalian infeksi di Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo, mengingatkan untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan.

Baca Juga: Dokter Asal Palembang Dikabarkan Meninggal Dunia Setelah Divaksin, Kemenkes Akui Sudah Tahu

“Mungkin hanya ada hubungan sementara antara vaksinasi dan kematian. Ada begitu banyak hal yang masih belum kami ketahui untuk membuat kesimpulan tentang dua kasus ini,” ungkap Sakamoto.

Sementara itu kontaminan yang ditemukan di sejumlah botol vaksin di Jepang diyakini sebagai partikel logam, menurut lembaga penyiaran publik NHK, mengutip sumber dari kementerian kesehatan.

Batch vaksin yang terkontaminasi diketahui berasal dari Spanyol, yang diproduksi oleh perusahaan Rovi. Pemerintah Jepang telah meminta nomor produksi dari batch yang diproduksi di sana.

Baca Juga: Kematian Dokter di Palembang Usai Vaksin Disebabkan Serangan Jantung

Saat ini Jepang telah memberikan lebih dari 124 juta suntikan vaksin Covid-19, dengan sekitar 44 persen populasi telah mendapatkan dua dosis.

Kasus kematian usai menerima vaksinasi Covid-19 di Jepang bukan hal baru. Hingga 8 Agustus, 991 orang meninggal di Jepang dengan jeda beberapa waktu usai menerima suntikan vaksin Pfizer Inc dan 11 lainnya.

Tapi ditegaskan tidak ada hubungan sebab akibat antara suntikan dan kematian, menurut kementerian kesehatan.

Dalam kematian yang dilaporkan pada Sabtu, setiap orang mengalami demam sehari setelah dosis kedua dan meninggal dua hari setelah demam.(CNN/hm02)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: