Cerita Inspirasional ‘Raja dan Keempat Istrinya’ Baca dan Temukan Arti Kehidupan Anda

Ilustrasi (ist/mistar)

MISTAR.ID

“Di jaman dulu kala, hiduplah seorang raja bersama dengan keempat istrinya. Suatu hari raja itu jatuh sakit dan terbaring sekarat di tempat tidurnya. Dengan sakit dan derita yang dialaminya, dan ketakutannya dengan kesendiriaan di alam baka nantinya, ia memanggil istri keempat yang sangat ia cintai yang selalu ia hadiahkan emas pertama dan pakaian indah. Sang raja meminta dan bertanya “Maukah kamu mati dan pergi ke alam baka bersamaku” dan istri keempat menjawab “maaf, aku tidak mau” dan segera pergi meninggalkan sang raja.

Sang raja juga sangat mencitai istri ketiganya, yang selalu ia banggakan dan selalu membawa sang istri untuk diperkenalkan kepada kerajaan lainnya. Sang raja pun bertanya hal yang sama, dan istri ketiga menjawab “aku sangat mencintai hidupku sehingga aku tidak bisa pergi bersamamu, dan aku juga akan menikah kembali”.

Baca juga: 15 Tahun Phra Phrom di Vihara Setia Budi, Dari Ritual Ibadah Hingga Hiburan Rakyat

Setelah itu sang raja pun bertanya kepada istri keduanya yang selalu ada untuk menemaninya, dan sang istripun menjawab, “maaf aku tidak bisa menemani kamu saat ini, yang bisa aku lakukan hanya mengatur pemakamanmu dan mengantar kepergianmu”.

Tiba-tiba ada suara yang mengatakan, “aku akan pergi bersamamu dan mengikutimu kemanapun kamu pergi, bahkan ke alam baka”. Sang raja melihat bahwa yang mengatakan itu adalah istri pertamanya, yang jarang ia perhatikan. Dengan rasa malu sang raja berkata, “maafkan aku, seharusnya aku lebih memperhatikanmu dan peduli selama aku masih hidup.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kita sebagai manusia selalu mempunyai “keempat istri” dalam hidup kita. Istri keempat mewakilkan ‘tubuh / fisik’ kita, dimana selalu kita tampilkan dengan banyak perhiasaan, pakaian, tapi akhirnya semua itu tidak akan kita bawa hingga akhir hidup kita.
Istri ketiga mewakili ‘keinginan’ kita, dimana kita selalu menghabiskan banyak waktu untuk mengumpulkan dan mewujudkan semua keinginan tersebut yang akhirnya juga tidak bisa kita bawa dan harus diberikan kepada orang lain, sebagaimana dikatakan oleh istri ketiga bahwa ia akan menikah kembali.

Baca juga: Ini Film yang Bikin BTS Bahagia

Istri kedua berbicara tentang ‘teman dan keluarga’ kita. Kita mempercayai mereka dan mereka selalu ada di saat kita membutuhkan. Tetapi akhirnya mereka hanya akan mengantar kita hingga di peristirahatan terakhir kita.

Istri pertama melambangkan ‘jiwa’ kita. Kita jarang merawat dan peduli dengan kebutuhan jiwa kita. Hanya jiwa kitalah yang akan mengikuti kita hingga alam baka. Anda boleh peduli dengan tubuh Anda, jaga agar tetap sehat, nikmati semua keinginan hidup dan kenyamanan yang diberikan untuk kita, saling peduli kepada teman dan keluarga Anda untuk semua cinta dan sayang yang mereka berikan, tapi jangan pernah lupa untuk merawat jiwa Anda.

Perkaya jiwa dan batin Anda. Cari waktu untuk menyendiri, berdoa, bermeditasi, karena semua itu adalah sumber ketenangan jiwa yang diperlukan dalam kehidupan Anda, dan teman paling setia yang selalu mengikuti Anda sepanjang waktu. (YouTube/JA/hm06)