Harga Saham Perkebunan Naik, Terdorong Pasca Pilpres AS dan Temuan Vaksin Covid-19

Ilustrasi--Perkebunan kelapa sawit.(CNBC Indonesia)

Medan, MISTAR.ID

Pasca Pilpres di Amerika Serikat (AS) ditambah dengan temuan vaksin Covid-19 telah membuat kenaikan yang cukup signifikan bagi kinerja harga saham perkebunan. Sehingga sejumlah harga saham perkebunan mengalami kenaikan belakangan ini.

Hal ini diungkapkan Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin. Praktisi Ekonomi di UIN Sumut ini menuturkan adapun saham perusahaan perkebunan yang terlihat mengalami kenaikan yakni harga saham PT London Sumatera Indonesia Plantation (LSIP).

“LSIP naik dari posisi 955 per lembar saham pada tgl 4 November, menjadi 1.095 rupiah per lembarnya pada saat ini.

Baca Juga: Terimbas RUU Larangan Minuman Beralkohol, 2 Saham Produsen Bir Kembali Jeblok

Harga saham LSIP naik 14% lebih dalam dua pekan terakhir,” kata Gunawan akhir pekan ini.

Ia menuturkan Harga saham perkebunan lainnya yang mengalami kenaikan juga terjadi pada PT Sampoerna Agro (SGRO). Dimana pada saat Pilpres AS berlangsung pada tgl 4 bulan ini. Harganya berkisar Rp. 1.285 per lembar.

“Saat ini harga sahamnya sudah di Rp. 1.560 per lembar saham,” sebutnya.

Baca Juga: Duh, Saham Prancis Tergelincir

Perusahaan lainnya yakni PT Eagle High Plantation (BWPT), harga sahamnya juga mengalami kenaikan dari posisi 4 November di harga Rp 94 per lembar, menjadi 104 per lembar saat ini.

“Atau mengalami kenaikan sekitar 10.6% dalam kurun waktu 2 pekan belakangan. Bahkan harga saham BWPT sempat meroket di kisaran 106 per lembar pada tanggal 13 November silam,” ujarnya.

Selanjutnya, Saham perkebunan lainnya seperti AALI juga mengalami kenaikan. Pada tanggal 4 silam harga saham AALI 10.550 per lembar saham. Saat ini dijual dikisaran 11 ribu per lembar saham. Kenaikan harga saham SGRO jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kenaikan harga saham perkebunan lainnya.

Saham SGRO naik lebih dari 21% selama sepekan terakhir. Sementara AALI harga sahamnya naik 4% lebih dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga saham perkebunan tidak terlepas dari kinerja harga komoditas yang mengalami kenaikan tajam belakangan ini. Dimana harga CPO mengalami kenaikan tajam dari posisinya dikisaran 2.700 ringgit per ton, menjadi 3.300 ringgit per tonnya saat ini.

“Membaiknya harga komoditas belakangan bukan hanya baik bagi petani kita. Tetapi di pasar saham harga saham sektor perkebunan khususnya sawit mengalami kenaikan yang tajam. Ke depan,selama ekspektasi terkait pemulihan ekonomi terus terjadi, ditambah vaksin covid 19 siap edar. Maka harga saham perkebunan akan bertahan mahal,” pungkasnya. (anita/hm02)