Sikap Bijak yang Harus Anda Tunjukkan Pasca Perceraian

Ilustrasi.(net)

MISTAR.ID–Rumah tangga dengan segala permasalahan di dalamnya selalu menjadi hal pelik dan rumit untuk dimengerti, bahkan oleh kedua orang yang sedang menjalaninya. Ketika permasalahan tidak ada jalan damai, maka keputusan untuk bercerai selalu menjadi pilihan yang harus diambil oleh salah satu pihak maupun keduanya.

Meskipun hal tersebut sudah pasti membawa sakit hati dan kecewa, alangkah baiknya jika bisa terselesaikan dengan baik dan tidak berlarut hingga berefek buruk untuk semua pihak yang berhubungan di dalamnya terkhusus anak- anak yang mau tidak mau harus dihadapkan dengan situasi tersebut.

Tidak mudah untuk bersikap legowo, ikhlas, tidak membenci atau berharap hubungan silahturami bisa tetap terjalin dengan normal kelak. Namun, bersikap bijak dan dewasa bisa membantu Anda menjalani semua proses tersebut sedikit lebih mudah dan mengurangi dampak mental bagi semua pihak terkhusus anak-anak. Berikut beberapa sikap bijak yang bisa Anda tunjukkan selama menjalani proses peralihan tersebut.

Baca Juga: Perceraian yang Sehat, Bagaimana Membuatnya Menjadi Mudah

Tetap terhubung dengan anak-anak. Meskipun akan banyak perubahan situasi dan kondisi yang harus Anda hadapi, berusaha untuk tetap ada dan terhubung dengan anak-anak. Mereka sebagai pihak yang paling terdampak dari situasi ini, apalagi jika mereka sedang dalam usia yang masih sangat membutuhkan kedua orangtua.

Berdiam sejenak dan tenangkan diri. Menghadapi respon, pertanyaan, bahkan rumor dari keluarga besar, teman, kolega dan lingkungan dimana kita tinggal selalu menjadi salah satu dari sekian hal yang harus dihadapi pasca peceraian. Anda dituntut untuk bijak dalam menghadapi hal ini dengan tidak perlu merespon dan tidak harus menjelaskan tentang permasalahan Anda kepada mereka. Saat ini Anda hanya perlu fokus untuk memikirkan apa yang lebih penting untuk dilakukan menjelang masa peralihan ini.

Baca Juga: Mengapa Wanita Lebih Sering Menginisiasi Perceraian Dibanding Pria?

Tidak saling memburukkan. Tidak mudah memang untuk tidak mengungkapkan betapa Anda kecewa dan tersakiti oleh mantan pasangan Anda. Tetapi dengan menceritakan segala keburukan mereka, sebagian orang juga akan bisa menilai Anda baik atau buruk. Ingatlah bahwa semua kebaikan akan terungkap pada akhirnya dan begitu juga dengan kejahatan.

Tidak mempersulit segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak. Jika Anda mendapat hak asuh atas anak-anak, atau Anda tetap tinggal bersama mereka, tidak perlu mempersulit situasi ketika mantan pasangan Anda meminta kesempatan untuk berkomunikasi, berjumpa atau bahkan mengajak mereka berpergian. Ketika itu diminta dengan maksud dan itikad yang baik, maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Seiring dengan waktu, Anda akan melewati semua masa peralihan ini dan ketika Anda lebih bijak menghadapinya, beban mental Anda akan sedikit berkurang dan akan membantu Anda melewati masa-masa sulit ini sedikit lebih ringan.(juliana ang/hm02)