23.9 C
Medan
Saturday, January 29, 2022
spot_img

Pasar Kamu Kawan Lama, Kuliner yang Mengedukasi di Areal Persawahan

Lubuk Pakam, MISTAR.ID

Bosan dengan hiruk pikuknya perkotaan. Nah tidak ada salahnya anda menikmati alam pedesaan yang ada di Kabupaten Deli Serdang tak jauh dari Kota Medan dan Bandara Kualanamu. Selain sebagai wilayah lumbung padi, yang masyarakatnya mengandalkan lahan pertanian sebagai mata pencaharian, masyarakatnya saat ini juga tengah berbenah di sektor pariwisata. Salah satunya adalah kuliner dengan memanfaatkan hamparan sawah.

Yah… hamparan Areal persawahan kini mulai banyak dilirik untuk dijadikan destinasi wisata kuliner dengan kombinasi spot spot yang dibuat sedemikian indah. Ada banyak kelompok- kelompok desa yang menjadikan areal persawahan sebagai tempat wisata kuliner di Kabupaten ini, mereka berlomba-lomba untuk memberikan keunikan tersendiri. Meski jarak yang kami tempuh dari Kota Medan lumayan jauh, namun tidak menjemukan, karena di sepanjang jalan ini areal sawah yang hijau dan beberapa padi yang telah menguning menjadi pemandangan yang memesona menghilangkan rasa lelah saat perjalanan.

Dari Bandara Kualanamu atau Kota Medan bisa memakan waktu sekitar 45 menit. Wisata kuliner yang kami kunjungi adalah Pasar Kamu Kawan Lama, atau Pekan Sarapan Desa
Denai Lama, Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang. Begitu memasuki areal
kuliner ini kami disambut musik gamelan yang para pemainnya adalah anak-anak muda di
kampung setempat. Musik gamelan ini membuat kami serasa berada di sebuah perkampungan jawa. Tidak hanya itu, para penjualnya juga siap menyambut kami dengan pakaian tradisional khas kebaya dan caping (Topi petani yang terbuat dari anyaman bambu)

Baca juga: Desa Denai Lama, Pesona Agrowisata Di Deliserdang Gubsu Beri Apresiasi

Pasar Kamu Kawan lama atau Pekan Sarapan Karya Muda, di mana para pengelola
hingga pedagangnya adalah kaum muda, mulai dari pedagangnya hingga pengelola pasar ini. Pasar ini menjadi salah satu peserta dalam seleksi sebagai wisata kuliner yang unik dan
kreatif oleh kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasar ini memang menawarkan sejumlah keunikan yang membedakan dengan kuliner yang ada disekitarnya, selain menunya yang serba tradisional, alat tukarnya untuk berbelanjanya juga unik, menggunakan tempu.

Tempu adalah potongan tempurung bulat sebesar koin yang diukir dengan logo Pasar Kamu Kawan Lama. Satu buah tempu bernilai dua ribu rupiah. Jadi, sebelum berbelanja sarapan para pengunjung harus menukar terlebih dahulu uangnya dengan tempu tersebut.

Dedi Sofyan adalah Tokoh pemuda di Desa Denai Lama yang menjadi pelopor pasar ini. Remaja menjadi sektor yang khusus untuk diberdayakan menjadi wira usaha. Mereka menghadirkan pekanan khas tradisional dengan menjual produksi yang dihasilkan oleh desa ini sendiri.

Baca juga: Potensi Agribisnis Simalungun yang ‘Kehilangan’ Agromadear

“Di pasar ini kita melibatkan anak muda, ada sekitar 30 kios dan 45 anak muda yang berjualan di pekan tradisional ini. Bahkan yang ikut berjualan ada dari kelompok anak muda di desa sebelah,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, Pasar Tradisional ini mereka ingin mendidik anak remaja untuk menjadi enterprener muda di kampungnya sendiri. Sehingga anak-anak muda menjadi mandiri.

Selain mengedepankan prinsip kebersamaan, Pasar Kamu Kawan lama ini juga menjadi pasar yang turut mengedukasi baik mereka sebagai penjualnya, juga kepada konsumen. Mereka menjual penganan tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna dan penyedap buatan. Bahkan tengah mengedepankan prisnsip menjaga lingkungan dengan meminimalisir penggunaan plastik. Tidak heran jika wadah yang mereka gunakan terbuat dari alam sekitar. Semisal batok kelapa, bambu dan daun.

“Selain makanan yang dijual di sini tidak mengandung mecin, Kita meminimalisir penggunaan wadah dari plastik. Itu sebabnya kita menggunakan wadah dari bambu, batok dan daun, perlahanlah kita mengurangi ketergantungan dari plastik,” ujar Dedi.

Baca juga: Menteri Pariwisata Yakin Sektor Pariwisata di Sumut Bangkit

Hmmm… berbicara soal keuntungan, meski pasar ini baru berjalan 4 bulan, namun sudah cukup membuat mereka ketagihan. Ini bisa dilihat dari volume pembeli yang setiap pekannya selalu meningkat. Semangat inilah yang membuat mereka terus berpacu. Pekan (15/11/20) ini saja target penjualan sudah mencapai sepuluh juta rupiah.

Karena keunikannya dan harga yang relatif terjangkau, serta view yang diciptakan cukup menarik, pasar ini tidak pernah sepi dari pengunjung sekalipun hari itu tengah hujan. Meski perjalanan relatif jauh, para pengunjungnya bahkan datang dari luar kota, dan asyik buat bercengkerama setelah melepas lelah. Karena lokasinya yang terbuka dan dekat dengan alam tanaman bambu, kolam ikan serta hamparan sawah yang tak jauh dari Pasar Kamu ini.

Yang tidak kalah menariknya, selain mengelola Pasar Kamu, mereka juga mengelola Kawan Sawah. Kawan sawah adalah paket edukasi kepada para pengunjung. Yakni paket Tour Wisata Kawan Lama. Di sini, bagi kamu yang ingin ikut paket akan diajarkan dan praktek langsung ke sawah. Bahkan anda juga bisa menginap bersama dengan warga kampung.

Harga paketnya juga terhitung bersahabat dari Rp 85.000 s/d Rp 265.000 perorang. Dengan paket tersebut, kamu sudah mendapatkan edukasi ekowisata desa seperti belajar menanam padi, sayur, tanaman agrikultura, makan, ngeteh, belajar musik jawa dan jalan-jalan dengan jetor atau bersepeda. Hmmm… Penasaran bukan ? (Rika/hm06)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: