26.7 C
Medan
Wednesday, September 28, 2022
spot_img

Pantai Datuk, Hutan Mangrove dan Indahnya Polesan

Mistar- Hutan Mangrove seakan menyapa para pengunjung begitu memasuki kawasan Pantai Datuk . Sejumlah monyet ekor panjang juga akan menyambut kehadiran tamu berharap panganan yang akan dibagikan kepada mereka. Ada yang dengan berani mendekat, ada juga yang hanya menyambut dengan suara kegirangan bergelantung diatas ranting mangrove. Seakan menyapa “selamat datang di pantai datuk”

Pantai Datuk
Hutan Mangrove dan Indahnya Polesan

Pantai datuk adalah salah satu pantai yang membentang di pesisir pantai Timur, Kabupaten Batubara Sumatera Utara.Wisata alam hutam mangrove ini baru saja berbenah dalam dua tahun terakhir. Areal seluas 3 haktare ini kini menjadi salah satu destinasi objek wisata pilihan masyarakat Sumatera Utara dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Untuk mencapai objek wisata hutan mangrove atau yang biasa dikenal pantai Datuk cukup tidaklah sulit. Ada tiga pintu masuk yang bisa dilalui, jika dari Kota Medan bisa masuk dari Simpang Kuala Tanjung, Simpang Empat Limapuluh dan Simpang Sei Bejangkar. Jika mengendarai bus atau mobil kurang lebih sejauh 20 km atau 30 menit perjalanan melintasi areal perkebunan dan hamparan sawah yang membentang luas.
Masuk ke pantai Datuk tidaklah mahal. Untuk per orang hanya dikenai biaya Rp5000, ini sudah termasuk fasilitas toilet dan air bersih. Untuk mencapai tempat ini juga tidaklah rumit dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Sembari berjalan di bawah rindangnya hutan bakau, sejumlah monyet ekor panjang bergelantungan dan berlari berebut makanan yang sengaja diberikan para pengunjung ataupun mencari sisa makanan.

 

Pantai Datuk
Hutan Mangrove dan Indahnya Polesan

Harga kuliner yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, masih terjangkau dan sepadan.Setibanya melintas pintu gapura pantai Datuk, kita disambut sejumlah kuliner daerah dan makanan cepat saji. Beragam pilihan dapat dinikmati, mulai dari kuliner khas Batubara yang dikenal kelejatannya hingga nusantara.
Yang menarik, meskipun pantai ini menjual alam hutan mangrove, tetapi pantai datuk sudah disulap menjadi konsep wisata kekinian. Ada beberapa ornamen yang mendukungnya, seperti payung terbang, rumah hobit dan sangkar burung.

Penulis : Rika
Editor : Rika

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

NU Sarankan Legislatif dan Eksekutif Duduk Bersama Bahas P-APBD Dairi

Dairi, MISTAR.ID Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Dairi Tuppak Padang angkat bicara terkait belum dibahasnya Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2022 Kabupaten...

Penanganan Covid-19 di Siantar Membaik, Kasus Aktif Dirawat di Rumah Sakit...

Pematang Siantar, MISTAR.ID Perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Pematang Siantar sepertinya sudah semakin membaik. Buktinya, selama 2 hari berturut-turut sesuai update data tanggal 26 dan...

PU Simalungun Dapat Penambahan Anggaran 43,2 M

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: