25 C
Medan
Saturday, October 1, 2022
spot_img

Ikan Napoleon Muncul Di Riau, Raksasa Penjaga Terumbu Karang

Jakarta, MISTAR.ID

Kondisi terumbu karang di perairan Pekanbaru Riau dinilai membaik dengan munculnya ikan napoleon (Cheilinus undulatus) di kawasan konservasi perairan tersebut.

Ikan Napoleon dikenal sebagai salah satu raksasa penjaga karang yang bisa mencapai ukuran 3 meter dengan berat 190 kg. Menurut Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono, kemunculan salah satu raksasa penjaga karang ini mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu karang perairan di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TWP Pieh dan laut di sekitarnya makin membaik.

“Ikan napoleon termasuk ikan karang berukuran besar. Sepanjang hidupnya, selalu berasosiasi dengan terumbu karang atau di habitat-habitat yang berdekatan terumbu karang,” ujar Aryo, Kamis (2/7/20).

Baca juga : Lobster Budidaya Dan Ekspor Benih Jadi Kontroversi

Sebagai aset wisata bahari, ikan napoleon termasuk jenis ikan yang dilindungi secara terbatas melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2018 dan termasuk dalam daftar apendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

“Melalui monitoring rutin, kondisi ekosistem dan biota laut yang ada dalam kawasan konservasi diharapkan dapat diketahui secara berkala sehingga ada atau tidaknya dampak akibat tekanan dari pemanfaatan terhadap sumberdaya tersebut juga dapat diketahui,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Fajar Kurniawan menjelaskan bahwa monitoring biofisik TWP Pieh merupakan agenda rutin tiap tahun sebagai instrumen pengelolaan kawasan konservasi perairan demi mewujudkan sumber daya laut yang lestari dan berkelanjutan.

Selain itu, ujar dia, pelaksanaan monitoring biofisik di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol normal baru. Berdasarkan data, pada 2019 tercatat tutupan karang TWP Pulau Pieh sebesar 39,45 persen, sedangkan beberapa tahun sebelumnya atau tepatnya pada 2015 tutupan karangnya sebesar 28,38 persen.

“Pengamatan terumbu karang ini dilakukan dengan menggunakan metode underwater photo transect (UPT) atau transek foto bawah air. Sedangkan pengamatan ikan karang dilakukan pada setiap titik transek permanen dengan menggunakan metode underwater fish visual census (UVC),” ujar Fajar.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan lokasi monitoring biofisik pada 2020 difokuskan di 14 titik pengamatan yang tersebar di sekitar perairan Pulau Air, Pulau Pieh, Pulau Bando, Pulau Pandan dan Pulau Toran. Selama kegiatan monitoring, tim berhasil menjumpai salah satu biota laut yang dilindungi yaitu Ikan napoleon.(cnn/hm09)

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Irvanli Silalahi, Alumni SMAN 5 Pematang Siantar yang Raih Beasiswa Kuliah...

Pematang Siantar, MISTAR.ID Impian Irvanli Yosua Silalahi (18)  untuk bekerja di luar negeri makin jelas di depan mata. Pasalnya, alumni SMAN 5 Pematang Siantar ini...

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Keempat dalam Seminggu

Seoul, MISTAR.ID Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik yang tidak dispesifikasi ke arah pantai timur, Sabtu (1/10/22). Hal itu menandai...
Waspada! Ini Ciri-ciri Anda Positif Omicron Varian Baru

Kasus Covid-19 Siantar Kembali Bertambah

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: