Tingkatkan Kesehatan Balita, Pemkab Batu Bara Canangkan Pekan Penimbangan Balita

Kadis Kesehatan Kabupaten Batu Bara drg Wahid Khusairy meninjau kesiapan pencanangan gema pelita gerakan bersama pekan penimbangan balita di Posyandu Belimbing Link X Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (13/1/21).(f:ist/mistar)

Batu Bara, MISTAR.ID

Pemkab Batu Bara melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pencanangan gema pelita gerakan bersama pekan penimbangan balita di Posyandu Belimbing Link X Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara. Pencanangan dilakukan untuk meningkatkan prevalensi kesehatan dan gizi balita di Kabupaten Batu Bara, Rabu (13/1/21).

Kadis Kesehatan Kabupaten Batu Bara drg Wahid Khusairy  menyebutkan latar belakang Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Disebutkan drg Wahid, posyandu mempunyai peran yang cukup penting terutama dalam pemantauan pertumbuhan balita. Terjadinya masalah gizi pada balita akan segera diketahui secara dini jika balita selalu rutin terpantau di Posyandu.

Selain untuk menjaring masalah kesehatan secara dini Posyandu juga menjadi metode pemantauan pertumbuhan yang menggambarkan kondisi status gizi balita di Kabupaten Batu Bara.

Baca juga: Kapolres Batu Bara Cek Kendaraan Dinas Personil

Juga melakulan pemantauan perkembangan balita, melakukan intervensi terhadap balita yang mengalami gangguan perkembangan tubuh. Selain itu Posyandu juga berfungsi memantau perkembangan degan sasaran bayi, balita, ibu hamil, dan ibu nifas.

Kadis Kesehatan menyebutkan pencanangan gema pelita gerakan bersama pekan penimbangan balita merupakan upaya pemetaan status gizi balita sebagai bagan balita. “Ini merupakan dasar dan acuan penentu kebijakan dan intervensi dalam penurunan stunting di Kabupaten Batu Bara”, jelas drg. Wahid.

Berdasarkan evaluasi program masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara tahun 2020, disebutkan drg. Wahid, cakupan balita yang ditimbang berat badannya mencapai 61,20% dari target 60%.

Cakupan balita yang memiliki Buku KIA atau KMS mencapai 88,53% dari target 60%. Kemudian cakupan balita yang naik berat badannya ditargetkan 80% namun diperoleh hasil 82,82%.

Kemudian prevalensi balita stunting mencapai 7,45% lebih rendah dari target nasional sebesar 24,1 %. Prevalensi balita wasting (balita sangat kurus dan kurus) dari target nasional 8,1% namun dapat ditekan menjadi 3,65%. Prevalensi balita underweight (balita gizi kurang) dapat ditekan dari target nasional 16% menjadi 4,88%.

“Meski begitu,  prevelansi yang dicapai masih belum menggambarkan kondisi yang ada karena persentase input data masih  sekitar 53, 08%”, papar drg Wahid.

Baca juga: Kapolres Batu Bara Besuk Tahanan Polsek Labuhan Ruku

Dengan kondisi diatas, drg Wahid menyebutkan perlu pencanangan aksi gema pelita gerakan bersama pekan penimbangan balita.

Hadir Bupati Batu Bara H Zahir diwakili Asisten I Rusian Heri, Kadinkes Batu Bara drg Wahid Khusairy, Kabid Kemas Abdul Fuad Helmi, Camat Lima Puluh Andri Aulia Harahap, Lurah Lima Puluh Kita Amran,  Ka Puskesmas Lima Puluh dr Mhd Nizar, Ketua TP PKK Kecamatan Ny Desi Khairani Adri Aulia bersama Kader TP PKK. (ebson/hm07)