30 C
Medan
Tuesday, October 4, 2022
spot_img

Rapat Pendeta HKBP, Lutz Neumier: Manfaatkan Internet dan Medsos

Tarutung |Mistar – Rapat Pendeta (RP) di hari ketiga, Rabu (23/10/19), menampilkan sejumlah pembicara kunci bertajuk isu terkini yang berkaitan erat dengan penjabaran misi gereja dan media sosial. Diantara pembicara yang tampil; Lutz Neumier, yang merupakan pendeta Protestan di Jerman, memaparkan tentang misi gereja dan sosial media.

Lutz menjelaskan, pada dasarnya gereja atau dan anggota jemaat lebih konservatif dari semua unsur lain di dunia. Di satu sisi, tentulah hal ini tidak buruk karena tradisi – tradisi yang baik dan dasar – dasar kekristenan seperti nilai hidup setiap orang sangat dihargai selama berabad – abad.

” Namun di sisi lain, konsekuensinya adalah gereja dan anggota jemaat lambat untuk berubah dan beradaptasi dengan gaya hidup modern. Pola dan cara berpikir lama seharusnya ditinjau dari waktu ke waktu seperti yang Martin Luther lakukan pada abad ke 16”,katanya.
Menurut Lutz, jika gereja terhubung dengan orang – orang dengan gaya hidup modern dan berubah – ubah (fluid), gereja harus menjadi cair mau berubah dan fleksibel. Jemaat – jemaat yang kokoh sangat dibutuhkan untuk menguatkan dan menopang gaya hidup yang Kristiani.
“Smartphone dan semua media sosial dapat digunakan untuk memberitakan kabar baik dan untuk berkomunikasi dengan anggota jemaat dan bahkan orang – orang di luar gereja dan jemaat. Terutama dengan kaum muda, menggunakan smartphone untuk belajar dan menjadi kreatif adalah ide yang bagus, ” jelasnya.
Lutz mengungkapkan, dalam dua dekade terakhir kehidupan dan komunikasi telah banyak berubah menjadi kehidupan hibrida dimana orang – orang hampir setiap saat online. Disamping adanya beberapa bahaya atas gaya hidup baru yang tidak akan hilang begitu saja, gereja dan jemaat disarankan untuk menggunakan semua cara yang mungkin mengabarkan berita baik.
Lutz menyarankan, gereja memanfaatkan internet dan media sosial sebaik mungkin dengan memikirkan dirinya sebagai gereja hibrida yang tersedia untuk orang – orang baik secara offline maupun online.
Lutz menjelaskan, di facebook hadirlah sebagai anggota gereja dan beritakan kabar baik. Posting semua kegiatan dan pelayanan di gereja dan jemaat sebelum dilakukan dan setelah dilakukan. Kemudian buatlah sebuah situs facebook jemaat, buat group facebok untuk membangun komunitas,dan ajukan pertanyaan dan berinteraksilah dengan followers.

Penulis : Jan

Editor : Edrin

Related Articles

TRENDING NOW

Warga Dairi Demo ke Gedung DPRD, Ini Tujuannya

Dairi, MISTAR.ID Puluhan warga Kabupaten Dairi kembali melakukan aksi demo terkait pembahasan P-APBD 2022 ke Gedung DPRD Dairi di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Senin (3/10/22). Namun...

Fraksi PKS DPRD Medan Apresiasi Langkah Dishub Sediakan Angkot Bersubsidi

Medan, MISTAR.ID Langkah Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan yang meresmikan program subsidi tarif angkot sebesar Rp1.500/orang setiap kali bertransaksi dengan menggunakan angkot bertanda 'Angkutan Subsidi...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: