Pupuk Bersubsidi di Deli Serdang Langka, Ini Jeritan Petani

Selamat, salah seorang petani di Desa Karang Anyar melihat padi disawahnya,Minggu (22/11/20).(foto:rinaldi/mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID

Petani di Kabupaten Deli Serdang merasa kelimpungan untuk membeli pupuk. Pasalnya, sejumlah pupuk bersubsidi di daerah itu sangat terbatas. Bahkan pupuk ZA bersubsidi sama sekali tidak ada.

Padahal, kebutuhan pupuk petani tahun lalu masih dapat mencukupi. Seperti pupuk Urea dimana pada tahun lalu, petani mendapat sebanyak 250 Kg/hektar, tapi tahun ini hanya mendapat 175 Kg/hektar, pupuk ponska yang sebelumnya mendapat 300 Kg/hektar, kini hanya 100 Kg/hektar. Kemudian pupuk SP36 yang semula petani mendapat 150 Kg/hektar, kini hanya 100 Kg/hektar.

“Memang yang mendapat pupuk bersubsidi tersebut adalah petani yang sudah terdapat melalui e-RDKK (eloktronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok). Tapi meski kita dan anggota sudah terdaftar,tetap saja pupuk yang kita dapat masih kurang.Anehnya lagi, malah pupuk ZA sama sekali tidak ada,” kata Ketua Gapoktan Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin,Deli Serdang, Anto Nyemor kepada Mistar,Minggu (22/11/20).

Baca JUga: Tebus Pupuk Subsidi Wajib Pakai Kartu Tani, Ini Syaratnya!

Karena keterbatasan pupuk,tambah Anto Nyemor,para petani terpaksa membeli pupuk bersubsidi dengan biaya yang jauh lebih besar. Jika pupuk urea bersubsidi harganya hanya Rp100 ribu/perkarung,sementara non subsidi Rp270 ribu.Begitu juga pupuk poska bersubsidi harganya sekitar Rp130 ribu,sedangkan non subsidi Rp340 ribu.Kemudian pupuk SP36 bersubsidi Rp110 ribu, non subsidi sekitar Rp240 ribu.

“Harusnya di tengah situasi pandemi Covid-19,pemerintah benar-benar memperhatikan nasib para petani.Bukan malah jatah pupuk yang dikurangi. Bahkan,ada pupuk yang sama sekali tidak ada.Untuk itu, kita minta Dinas Pertanian Deli Serdang agar berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan pupuk,” harap Anto Nyemor,seraya menyebutkan bahwa keluhan pupuk bagi petani yang ada di Deli Serdang semua sama.

Kata Anto Nyemor,saat ini usia tanaman padi didaerahnya sekitar 25 hari.Karenanya,masih banyak kebutuhan pupuk yang dibutuhkan petani.

Baca Juga: Unit Pengolah Pupuk Organik per Kecamatan Harus Ada

Senada juga diungkapkan Selamat,salah seorang petani yang ada di Desa Karang Anyar,Kecamatan Beringin.Bahkan,Selamat harus mencari pinjaman kepada pihak lain agar dapat membeli pupuk non subsidi.

“Terus terang,kalau petani seperti saya sangat terasa berat sekali membeli pupuk non subsidi.Kan harganya beda jauh dengan pupuk bersubsidi.Karena uang kurang,terpaksalah saya cari pinjaman kepada pihak ketiga,” ungkap Selamat saat ditemui Mistar di sawahnya.

Untuk itu, Selamat meminta kepada Dinas Pertanian Deli Serdang agar segera mengupayakan pupuk bersubsidi tersebut.Sehingga petani bisa lebih terbantu.

Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang,Kamaluddin yang dikonfirmasi Mistar,handphone sedang tidak aktif.Begitu juga melelalui whatsapp tidak ada jawaban.(rinaldi/hm02)