27 C
Medan
Tuesday, October 4, 2022
spot_img

Pesan Damai Dari Rapat Pendeta HKBP

Tarutung | Mistar – Rapat Pendeta HKBP di Seminarium Sipoholon Taput, yang dibuka Selasa (22/10/19) menjadi ajang temu kangen tiga orang Ephorus HKBP di masanya. Dua yang telah disebut Emeritus Ephorus adalah Pdt.DR.SAE Nababan dan Pdt.WTP Simarmata MA, sedangkan satu lagi Ephorus HKBP saat ini yakni, Pdt.DR Darwin Lumbantobing.

Ketiga tokoh HKBP ini didaulat berbicara dari podium yang disaksikan 1.620 pendeta HKBP yang mengikuti rapat tersebut. Turut menyaksikan momen temu kangen ketiga tokoh ini, di barisan depan terlihat sejumlah tokoh antara lain Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin, Ketua Rapat Pendeta Pdt.DR.Robinson Butarbutar, Sekjen HKBP Pdt.David.F.Sibuea MTh MDing, anggota DPRD-SU Jonius Taripar Hutabarat, Sekjen PGI Pdt.Gomar Gultom dan sejumlah tamu undangan VIP lainnya.

Pdt DR SAE yang lebih senior didaulat membuka pembicaraan. Jebolan doktor dari Jerman itu enggan menyampaikan pidato panjang lebar, selain menyampaikan pesan-pesan moral, terutama menyangkut pelayananan dan menyasar sedikit tentang ruhut paminsangon (Aturan tentang sanksi,red) di tubuh HKBP.

Posisi senioritas diantara mereka bertiga terlihat dengan jelas. “Jadi begini, waktu saya Ephorus, Pdt Darwin ini saya berangkatkan belajar ke Amerika Serikat. Ia tergolong pendeta yang pintar,”ucapnya.
DR.SAE juga melanjutkan,”Demikian juga dengan Pendeta William (maksudnya Pdt.WTP Simarmata), juga saya berangkatkan sekolah ke Philipina,” ungkapnya.

Pendeta SAE Nababan juga menyerukan agar pada perhelatan pemilihan pucuk pimpinan HKBP ke depan,yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, seluruh pendeta supaya menjauhkan diri dari ‘money politic’.

Lantas menyambung sambutan seniornya tersebut, Pendeta WTP Simarmata lebih banyak menyinggung tentang pesan moral dari organisasi gereja-gereja dunia, dimana dirinya juga berperan aktif di organisasi oukumenis terbesar di dunia itu.

Ungkapan ketiga tokoh HKBP ini serasa menggambarkan, betapa saat ini pendeta HKBP sudah mengalami pergeseran luar biasa. Tidak lagi kaku pada sekat-sekat kepentingan sempit, dan semakin dewasa dalam menjalani setiap proses suksesi di tubuh organisasi HKBP.

Ada juga terlempar guyonan dari ketiganya.Dan seluruh peserta terbawa dalam suasana damai sembari tertawa. Saat mereka beranjak turun dari podium, pemandu acara juga melempar guyonan juga.

“Ayo, kita berikan tepuk tangan kepada ketiga orang ompung kita, dan juga kepada ompung kita yang ke empat nanti,” ungkapnya dan disambut gelak tawa seluruh peserta rapat dan undangan.

Namun pemandu acara tidak menyebutkan siapa yang dimaksud dengan Ompung yang ke empat itu. Tetapi, Pdt Robindon Butarbutar maupun Pdt.Martonggo Sitinjak, terlihat ikut terbahak.

Sekedar diketahui, sebutan Ompung memang sangat melekat kepada semua Ephorus HKBP. Sebutan itu menjadi panggilan orang nomor satu di organisasi gereja berbasis ras Batak Toba tersebut.

Pesan damai lainnya juga terlihat di rapat pendeta ini. Dimana sebelum Asisten Operasi Kapolri Irjen Martuani Sormin tiba di gedung, anggota DPRD-SU AKBP (Purn) DR.Jonius Taripar Hutabarat, juga pernah menjabat Kapolres Taput, bersalaman hangat dengan Kapolres Taput, AKBP Horas Marasi Silaen.

AKBP Horas Marasi Silaen jelas sebagai pengendali komando pengamanan rapat, sementara Jonius Taripar Hutabarat selama ini dikenal sangat konsern memberikan kepedulian kepada HKBP.

Sementara pantauan di luar gedung, perhelatan kali ini terlihat lebih kondusif. Para pendeta terlihat sangat santai dan terbawa dalam suasana cengkerama yang teduh.

Toleransi Beragama

Sementara itu, Ephorus HKBP Pdt.DR Darwin Lumbantobing pada sesi wawancara dengan pekerja media menegaskan, penurunan indeks toleransi beragama di Indonesia juga menjadi sebuah perhatian para peserta rapat.

“Iya,itu menjadi salah satu yang akan kita sikapi. Kita yakin pemerintah akan mampu memproteksi agar tidak terjadi intoleransi,”tandasnya.

Ephorus juga menguraikan, sampai saat ini masih ada ijin pendirian gereja HKBP di sejumlah wilayah di Indonesia yang belum dikeluarkan. Kita harap masalah itu menjadi perhatian semua pihak,” tandas Ephorus.

Reporter: Jasn Piter Simorangkir
Editor: Luhut Simanjuntak

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Puluhan Mobil di Kompleks Mutiara Residence Deli Serdang Dirusak OTK

Medan, MISTAR.ID Sejumlah mobil yang terparkir di halaman dan garasi rumah warga di Kompleks Mutiara Residence Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut...

2 Penambang Emas di Madina Tewas Tertimbun Longsor

Madina, MISTAR.ID Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tiba-tiba dikejutkan dengan meninggalnya dua orang warga yang tertimbun tanah longsor saat menggali lubang, di lahan eks PT...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: