Pasca Pemberlakuan Penyekatan, Ini Keluhan dan Nasib Sopir Tembak

Ruri Simagunsong (35) warga Desa Lumban Gaol Kecamatan Balige Kabupaten Toba, saat bincang-bincang dengan Harian Mistar disebuah kedai kopi mencetuskan isi hatinya, Senin(10/5/21).

Toba, MISTAR.ID

Sedih bercampur lusuh, tampak dari raut wajah Ruri Simagunsong (35) warga Desa Lumban Gaol Kecamatan Balige Kabupaten Toba, saat bincang-bincang dengan Harian Mistar disebuah kedai kopi mencetuskan isi hatinya, Senin(10/5/21).

Keluhan yang dirasakan Ruri saat ini akibat pemberlakuan larangan mudik dan penyekatan arus lalu lintas, tidak dapat mengais rejeki dari profesinya sebagai sopir carteran (sopir tembak) mobil pribadi.

Benar saja, kelihaian Ruri yang berprofesi sebagai sopir yang  sudah digelutinya semenjak beranjak dewasa,  hingga kini sudah punya dua anak dari buah cintanya dengan boru Siahaan, menjadi sirna.

Baca Juga: Bersama Forkopimda, Bupati Taput Tinjau Pos OPS Ketupat Toba 2021 Siborongborong

Menyediakan jasa sebagai sopir pribadi maupun carteran, selama ini Ruri dapat merauf penghasilan bersih sebesar seratusan ribu rupiah dibawa kerumah jika perjalanan dalam kota saja. Apalagi , jika perjalan keluar kota, penghasilannya bisa mencapai lebih dari dua ratusan ribu rupiah.

“Benar bang, penghasilan bisa segitu, tapi walau demikian cukuplah buat belanja dirumah kebutuhan istri dan anak-anak, sembari dia mengaku jika dua kali saja melakukan perjalanan dalam seminggu cukuplah buat biaya dirumah,” katanya.

Namun disaat peyekatan dan larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah, kita pasrah saja, soalnya penyekatan ini buat kesehatan kita semua dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, semoga pandemi ini segera berakhir cetus Ruri.

“Rencananya,  akan mencoba menangkap ikan dari Danau Toba untuk membutuhi biaya sehari-hari dengan berharap semoga Pandemi Civid-19 cepat berlalu dan pintu pos penyekatan berakhir, harapnya.(James/hm13)