DPRD Humbahas Tinjau Proyek TA 2019 Pengamat : Jangan Asal Turlap

Humbahas, MISTAR.ID – Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, yang baru terpilih diminta tidak asal turun kelapangan (Turlap) meninjau proyek tahun anggaran 2019 lalu. Wakil rakyat didaerah itu, diminta menjaga integritasnya dan fokus mengurus kepentingan masyarakat.

“Jangan hanya turlap, tapi tidak fokus ke tujuan sehingga kepentingan masyarakat terlupakan,” kata Sudirno Lumbangaol, pemerhati pembangunan, Kamis (16/1/20) di Dolok Sanggul.

Sudirno mengatakan, anggota DPRD yang saat ini lagi sibuk turun kelapangan meninjau proyek tahun anggaran 2019, sangat diapresiasi masyarakat.

Ia menilai, anggota DPRD 2019 yang menghasilkan wajah-wajah baru didaerahnya itu, berarti memahami akan tugas dan fungsi yang bukan hanya datang dan pulang. Namun, menurut dia, itu semua harus dapat dibuktikan kepada masyarakat hasil peninjauan tersebut, bertujuan agar image masyarakat tidak aneh.

“ Anggota DPRD harus bisa buktikan keseriusannya dilapangan, apa yang didapat harus disampaikan ke publik. Jika ada proyek yang rusak disampaikan, ini tandanya bahwa wakil rakyat kami kerja,” imbuhnya.

Menurut Sudirno, dalam pengerjaan proyek tahun anggaran 2019 lalu memang banyak dilihatnya belum rampung atau selesai tahun 2019 lalu. Selain tak rampung, ia juga melihat pengerjaanpun terkesan asal jadi.

Sudir mengaku, hal itu dipicu karena proses lelang yang lambat diumumkan ke publik pada bulan November dan beberapa kali batal.

“Jadi ini penyebab, sehingga pemborong selaku pihak ketiga yang mengerjakan terpaksa dengan kesan mengejar tanpa melihat mutu,” katanya

Untuk itu, Sudir berharap, DPRD dapat menjadi motor penggerak perubahaan dan lebih kritis.

“Jadi kita harapkan mereka (DPRD) harus bisa jadi motor penggerak, lebih produktif, lebih kritis dan akomodatif dalam menyerap aspirasi rakyat. Karena kita sendiri ataupun masyarakat sudah melihat dan ini tidak bisa ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Humbang Hasundutan, Marsono Simamora yang dikonfirmasi menegaskan, pihaknya tidak ada unek-unek dilapangan.
“Kita lihat ada yang salah, kita suruh perbaiki. Kita lihat ada yang belum selesai, kita suruh untuk dikejar dan didenda,” tegas Marsono.

Menurut Marsono, Politisi Partai Nasional Demokrat, hasil mereka yang turun kelapangan ada ditemukan beberapa proyek yang asal dikerjakan. Dan itu, sudah diminta kepada pihak terkait untuk memerintahkan pihak ketiga memperbaiki.

“Kita tidak asal turun kelapangan, di depan mata kita sendiri ada proyek pembangunan ruang komisi, itu sudah kita tegur untuk dapat diselesikan selama 50 hari. Dan juga kita minta untuk dikenakkan denda,” kata Marsono.

Penulis : Effendi
Editor : Rika