Babak penyisihan Fashion Show di Porsea Sempat Dihentikan, Ini Persoalannya

Betty Simangunsong (18) peserta kategori remaja/dewasa, warga Tambunan Balige Kabupaten Toba, saat perform.(f:james/mistar)

Toba, MISTAR.ID

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba menggelar acara Fashion Show 2020 yang bertajuk “Berbusana Etnik Batak Toba Motif Ulos,” sempat dihentikan oleh petugas kepolisian Polres Toba. Pasalnya, telah melanggar protokol kesehatan (prokes), physical distanching.

Salah satu spot wisata yang ada di Toba, yakni Pasir Putih Parparean yang berada di Kecamatan Porsea Kabupaten Toba, dipilih menjadi tempat digelarnya babak penyisihan, Sabtu (17/10/20).

Fashion Show Kali ini digelar dalam 2 kategori yakni kategori anak-anak dan kategori remaja/dewasa serta diramaikan seratusan peserta warga Toba dan non warga Toba diantaranya dari Sidempuan, Taput, Humbahas, Siantar bahkan Medan.

Walau Pengelola spot wisata dan panitia menyediakan washtaffel, sanitarez dan mengantisipasi physical distanching, tampaknya kerumunan warga sempat tak terbendung yang berakhir melanggar protokol kesehatan (prokes), physical distanching sehingga membuat Aparat Kepolisian Resor Toba samosir, bertindak dan menghentikan kegiatan.

Baca juga: Kemenhub dan Dekranas Gelar Pelatihan Wirausaha Digital Kepada Pengrajin di Toba

Kabag Ops Polres Toba Kompol Effendi Sinaga dan Kasat Intel Polres Toba AKP. Drs. Antoni Rajagukguk, MH secara tegas menghentikan kegiatan. Kepada Mistar, Effendi Sinaga mengeluhkan kerumunan massa yang melanggar prokes dan melihat timbulnya resiko kontak sesama warga, hingga akhirnya kita menghentikan kegiatan ini.

Hal senada disampaikan Kasat Intel Antoni Rajagukguk, awalnya diberikan kelonggaran untuk dilaksanakan kegiatan ini, namun dengan melihat tingkat resiko melanggar prokes, akhirnya ditindak. “Kita komit untuk menegakkan displin prokes sesuai maklumat Kapolri dan Perbup Bupati Toba,” tegasnya.

Berlanjut, setelah panitia dan perwakilan orangtua peserta berupaya meyakinkan para peserta dan warga untuk mematuhi prokes termasuk physical distanching, akhirnya festival dilanjutkan seijin Polres Toba dalam pengawasan TNI/Polri, Satpol PP bersama panitia.

Baca juga: Dukung KSPN Danau Toba, 390 Rumah Diperbaiki

Babak penyisihan akhirnya dilanjutkan, tampak para kontestan menunjukkan auranya saat perform sesuai tajuk festival yakni berbusana bermotifkan etnik batak toba. Selanjutnya babak grandfinal akan digelar 24 Oktober mendatang.

Kepada wartawan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Jan Piter Silahahi melalui Panitia sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Patar Silalahi, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan keterbatasan kemampuan panitia.

“Kami sudah berupaya melaksanakan prokes terkait pelaksanaan ini, namun seperti inilah kejadiannya. Kami menghaturkan terimakasih kepada segenap Satgas Covid-19 yakni Aparat TNI/Polri, Medis, Satpol PP, orangtua peserta bahkan warga masyarakat yang bersama-sama memberikan edukasi untuk mematuhi prokes sehingga kegiatan dapat dilanjutkan tandas Patar Silalahi.

Senada Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Agus Karokaro mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik Satgas Covid-19 dan masyarakat yang mendukung kegiatan itu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menanjak, Belgia Tutup Restoran Sebulan

Agus berharap melalui kegiatan ini, dapat sekaligus mempromosikan pariwisata di Toba disamping ajang pencarian bakat dan pelestarian budaya etnik batak toba tandasnya.(james/hm07)