23.9 C
Medan
Wednesday, September 28, 2022
spot_img

Warisan Tujuh Raja Marpitu

Simalungun| MISTAR.ID Museum Simalungun, lanjut Jomen Purba, merupakan bukti sejarah akan peran besar raja-raja Simalungun dalam perjuangan bangsa hingga Indonesia merdeka.

Tak heran, di dalam museum itu juga tersimpan gambar-bambar tujuh raja-raja Simalungun, ketujuh raja-raja itu kemudian dinamai Raja Marpitu.

Ketujuh raja itu, adalah, Raja Siantar Sang Nawaluh Damanik (1889-1906) korban buangan politik Belanda di Pulau Bengkalis, Raja Tanah Jawa Tuan Sangmajadi Sinaga, Raja Panei XIV Raja Bosar Sumalam Purba Dasuha (1886-1946), Raja Dolok Silou Tuan Ragam Purba Tambak, Raja Raya Tuan Rondahaim Saragih Garingging, Raja Purba Tuan Rahalim Purba Pakpak (1886-1925), Raja Silimakuta Tuan Pamoraidup Purba Girsang.
Selain gambar-gambar Raja Marpitu, ada juga gambar Tuan Karel Tanjung Purba gelar Raja Parjabayak Raja Purba ke XIII (1921-1934) yang berhubungan dengan kisah Rumah Bolon di Kecamatan Purba.

Menunggu Kepedulian

Keberadaan Museum Simalungun dimana agar pengurusnya dapat mnjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal, kata Jomen, tidak terlepas dari peran pemerintah dan masyarakat pengusaha dan peduli adat budaya khususnya.

Selain perlunya dukungan moril, dukungan kemampuan anggaran juga menjadi salah satu hal sangat menentukan untuk mengembangkan peran serta museum dalam peningkatan kepariwisataan, kebudayaan, pendidikan dan sebagainya.

Menyongsong pembangunan pesat menuju Otorita Danau Toba, katanya, keberadaan Museum Simalungun dipastikan akan menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Museum itu kata dia adalah warisan sangat bersejarah, yang menyimpan seluruh cagar budaya sejak jaman nenek moyoang kita dulu, untuk dikenal, dipahami, dipelajari bahkan diwariskan secara turun-temurun.

“Museum Simalungun itu miniaturnya Indonesia, rumah persaudaraan yang di dalamnya terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama, tapi tetap bersatu,” katanya.

Kata Ketua Yayasan Simalungun itu, siapa saja yang mencatatkan sejarah perjuangan di Simalungun, mencatatkan kepedulian besar terhadap adat dan budaya Simalungun, maka arsip dan gambar-bambarnya akan dimasukkan dalam museum.

Dia mencontohkan, Ibu negara kita sekarang, Iriana Jokwoi saat foto bersama cucunya, gambarnya ada di Museum Simalungun. Gambar ibu Negara itu berpakaian adat Simalungun.

Dalam gambar bingkai kaca itu, ada tulisan “Pertama dalam sejarah, Bulang busana Simalungun dipakai ibu Negara: Iriana Jokowo pada HUT ke-74 tahun 2019 di Istana Negara”.

Sebelum gambar ibu Negara ini, kata Jomen Purbam ada gambar Edwin Bingei bersama istrinya. Pengusaha yang cukup dikenal di Kota Pematangsiantar itu katanya, adalah sosok yang sangat peduli dengan adat dan budaya Simalungun, peduli pendidikan dan kesehatan.

Tidak sedikit peran dan bantuannya untuk Museum Simalungun, seperti membangun gerbang Simalungun di perbatasan Serdang Bedagai dengan Simalungun, serta gerbang di Simpang Sambo Jalan Asahan yang berornamen Simalungun, sebagai perbatasan Kota Pematangsiantar dengan Simalungun.

“Kepedulian pengusaha terhadap museum ini, kalau di Siantar ini hanya bapak Edwin Bingei Purba Siboro yang benar-benar peduli. Yang lain sampai sekarang nggak adalah,” ungkap Jomen.

Pengusaha yang rendah hati itu juga kata Jomen membangun Balai Bolon yang ada di Jalan Asahan. dunia pendidikan juga kata Jomen beliau sangat peduli memberikan bantuan, seperti perpustakaan, perguruan tinggi dan sebagainya.

Demikian juga Puskesmas Simpang Bah Jambi, kata Jomen, dana pembangunannya dari Edwin Bingei.

“Puskesmas Simpang Bah Jambi, pak Edwin Bingei lah yang membangun itu, termasuk yang menyediakan lahannya. Dan di sanalah dibuat acara untuk mengucapkan terimakasih kepada beliau, itu tahun 1975. Di sana jugalah dibuat marga pak Edwin Bingei jadi Purba Siboro dan istrinya boru Damanik,” kata Jomen.

Ketika Rajamin Purba sebagai Ketua Partuha Maujana, yang memberikan Edwin Bingei penghargaan sebagai perangkat Simalungun, berupa Ulos dengan Gotong, sekaligus membuat acara marga Edwin menjadi Edwin Bingei Purba Siboro.

Edwin Bingei kata Jomen, sudah membantu Museum sejak tahun 1965. Bukan hanya museum yang dibantu, tapi juga bidang pendidikan, pariwisata dan pelestarian adat dan budaya.

Mengenai bantuan pemerintah? Bantuan dari pemerintah, kata Jomen sudah ada sejak jaman Bupati Rajamin Purba menyerahkan kepada yayasan. Bantuan sejak Rajamin hingga bupati Zulkarnain Damanik masih berjalan, tapi setelah JR Saragih,bantuan untuk Yayasan Museum Simalungun sudah tidak ada lagi.

“Biaya perawatan mulai bupati Rajamin Purba dulu menyerahkan kepada yayasan, itu tetapnya ada bantuan untuk biaya operasional setiap tahun sampai ke bupati Zulkarnain Damanik. Bantuannya ditampung di APBD, gak usah pun kami mengajukan permohonan, tapi tetap ada bantuan diberikan. Tapi sejak JR jadi bupati, distopnya,” kata Jomen Purba.
Museum juga sempat diminta agar dipindahkan ke Raya, tapi ditolok, lasan Jomen karena menurut Undang-udang Cagar Budaya kalau lewat 50 tahun tidak boleh dipindahkan tapi harus dilestarikan.

“Kalau mau dibangun juga museum di Raya, kita dari Yayasan Museum Simalungun mendukung,” katanya.

Selain bantuan dari Pemkab Simalungun, Pemko Pematangsiantar juga memberikan bantuan, sekitar Rp20 juta per dua tahun anggaran.

“Bantuan dari Pemko Pematangsiantar sudah disepakati, sekali dua tahun diserahkan, sampai sekarang masik kita terima, besarannya tergantung kemampuan dana. Yang terakhir kita ajukan 50 juta, tau tau karena biaya Pemilu katanya, jadi dikurangi jadi cuman 20 juta tahun ini,” katanya.

Menanggapi program kawasan wisata Otorita Danau Toba yang kini sedang giat-giatnya dibangun, Jomen sangat berharap agar pemerintah juga memberi perhatian khusus untuk pembangunan Museum Simalungun untuk menjadi jauh lebih baik.

“Presiden Jokowi tahun 2018 datang ke Danau Toba, sudah meminta kepada KDH-KDH di kawasan Danau Toba, termasuk Siantar, supaya membenahi dan menata objek-objek wisata yang bersejarah, termasuklah musem dan rumah bolon yang di Purba,” kata Jomen mengingatkan kepala daerah.

Reporter: Maris
Editor: Herman

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

NU Sarankan Legislatif dan Eksekutif Duduk Bersama Bahas P-APBD Dairi

Dairi, MISTAR.ID Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Dairi Tuppak Padang angkat bicara terkait belum dibahasnya Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2022 Kabupaten...

Timnas Indonesia Kandaskan Curacao 2-1 Laga FIFA Matchday

Bogor, MISTAR.ID Para pemain Timnas Indonesia luapkan kegembiraan usai mengunci kemenangan atas timnas Curacao dengan skor tipis 2-1 pada laga FIFA Matchday di Stadion Pakansari,...
Lagi, Indonesia Kalahkan Curacao

Lagi, Indonesia Kalahkan Curacao

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: