Lahan Pertanian Rusak di Kecamatan Panei Akibat Banjir

Lahan Pertanian Rusak Di Kecamatan Panei Akibat Banjir
Warga tampak membersihkan potongan kayu yang menyangkut di aliran Sungai Bahkora yang merusak jembatan akses jalan masyarakat di Huta Parsaguan Nagori Simpang Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Rabu (13/1/21).(f:hamzah/Mistar)

Simalungun, MISTAR.ID
Hujan deras melanda Kabupaten Simalungun pada,  Senin (11/1/21), mengakibatkan beberapa lahan pertanian masyarakat rusak dan aliran sungai tersumbat lantaran banyaknya kayu gelondongan yang turut terbawa arus air sungai ketika banjir melanda.

Akibat potongan kayu tersebut, jembatan di atas Sungai Bahkora di Huta Parsaguan Nagori (Desa) Simpang Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, yang menjadi akses warga setempat mengalami kerusakan akibat hantaman dari potongan kayu yang hanyut terbawa arus air sungai.

Selain menghantam jembatan, pipa pendistribusi air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtauli Kota Pematangsiantar rusak, dan air tidak lagi mengalir seperti sedia kala. Pipa distribusi air tersebut putus dan melintang di Sungai Bahkora.

Amatan wartawan, pascabanjir, sampai saat ini, Rabu (13/1/21), warga sekitar yang bermukim di Nagori Parsaguan terus berupaya melakukan evakuasi kayu gelondongan yang menghambat aliran air sungai.

Baca Juga:Jalan Longsor dan Jembatan Amblas di Panei Kabupaten Simalungun

“Semalam kayunya tinggi, menggunung. Semalam sudah diangkati dari sini. Kayunya bekas tebangan pohon, nyangkut di bawah jembatan,” ungkap Carles Siahaan warga Parsaguan yang keluar dari sungai saat membersihkan kayu-kayu tersebut.

Untuk membersihkan kayu-kayu yang menyangkut di bawah jembatan,
warga Parsaguan bergotong-royong membersihkan kayu gelondongan dengan menggunakan gergaji mesin.

“Kayunya ini terbawa arus dari atas lah, nyangkut di sini,” kata Carles menduga kayu-kayu yang merusak akses jalan mereka berasal dari Kecamatan Dolok Pardamean.

Akibat banjir, ungkap Carles lagi, ada 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Selain akses jalan rusak, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih setelah pipa pendistribusian air milik Perumda Tirtauli terputus dan warga tidak mendapat pasokan air.

Guna memperoleh air bersih, warga diharuskan berjalan sejauh 1 Km guna mengambil air dari umbul. “Ada mata air (umbul), tapi jauhlah. Lebih satu kilo (kilometer). Atau ke Simpang Raya lah,” katanya.

Selain itu juga, untuk mencuci pakaian dan mandi, warga memanfaatkan air dari Sungai Bahkora. “Ya dari sungai ini lah, untuk mandi dan mencuci pakaian,” ucap Carles.

Terkait banjir yang melanda wilayah Kabupaten Simalungun tersebut, Camat Panei Rut Hutapea menyampaikan, ada tiga titik daerah di Kecamatan Panei terkena dampak banjir yang terjadi dua hari lalu.

Baca Juga:Memprihatinkan! Jalan Lintas Panei Tongah Bagaikan Sungai Meluap Saat Diguyur Hujan

Ketiga daerah tersebut yakni, Huta Parsaguan Nagori Simpang Raya, Huta Rawang Kobun dan Sabalama Nagori Rawang Pardomuan Nauli, dan Tomuan di Nagori Janggir Leto.

Seperti di Nagori Rawang Pardomuan Nauli, areal pertanian persawahan (padi) dan kolam ikan milik warga hancur disapu banjir. Hanya saja, Camat Panei tak merinci luas lahan pertanian yang hancur karena banjir tersebut.

“Untuk (mendata) itu, kami kerjasama dulu dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” kata Rut dari seberang telepon. Untuk kebutuhan air minum warga, Rut Hutapea mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi ke Perumda Tirtauli.

Baca Juga:Umbul Hancur Diterjang Longsor, Warga Talun Kondot Krisis Air Bersih

“Sudah ditinjau (Perumda Tirtauli). Belum tahu kapan bisa normal,” kata Rut lagi. Sementara, Kasubag Hubungan Langganan Perumda Tirtauli Muhammad Nurdin mengatakan, sekitar 25-28 ribu pelanggan di empat kecamatan tak dapat layanan air akibat rusaknya pipa pendistribusian air tersebut.

Keempat tersebut yakni, Kecamatan Siantar Martoba, Kecamatan Utara, Kecamatan Siantar Barat dan Kecamatan Siantar Sitalasari. Kata Nurdin lagi, hanya rumah di daratan rendah yang dapat air, namun debitnya kecil.

“Kemungkinan besar pekerjaan selesai 4-5 hari, terhitung dari hari Selasa. Kita menyuplai air kepada pelanggan dengan tiga unit mobil tangki sesuai permintaan pelanggan yang mengalami mati air,” terangnya, Rabu (13/1/21), sembari mengutarakan bahwa penyebab kerusakan adalah pipa induk patah diterjang banjir.(hamzah/hm10)