Green Bean Arabica dari Tanah Simalungun, Harga Per Kg Capai Rp250 Ribu

Green Bean Arabica dari Tanah Simalungun, Harga Per Kg Capai Rp250 Ribu
Proses pengeringan biji kopi arabica dengan memanfaatkan sinar matahari.(f:roland/mistar)

Simalungun, MISTAR.ID

Green bean atau biji kopi dari buah kopi adalah bagian kopi yang sudah dipisahkan dari buah atau cangkangnya. Biji kopi dengan nama green bean ini merupakan bagian kopi pilihan, yang sudah disortir dan dikeringkan, sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ludi Antoni Manik warga Dusun Sinaman II Nagori Pematang Sidamanik Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun, yang juga merupakan seorang penggiat kopi dan pengumpul kopi di daerah tersebut mengatakan, tingginya nilai jual dari green bean kopi dikarenakan panjangnya proses pengolahan biji kopi tersebut.

Ludi Antoni Manik menjelaskan, untuk pengolahan green bean sendiri membutuhkan waktu 14 hari sejak pascapanen.

“Dari buah kopi dipetik, sampai dia menjadi green bean itu membutuhkan waktu kerja sampai 14 hari, itupun bisa sampai 20 hari, tergantung cuaca,” ucap Ludi Antoni Manik kepada Mistar, Selasa (19/1/21).

Baca Juga:Mobil Milik Toke Kopi Asal Sidikalang Nyaris Masuk Jurang

Ludi Antoni Manik menerangkan, secara umum pengolahan kopi yang sudah menjadi gabah itu ada dua jenis, yakni olah basah atau olah kering. Untuk olah basah sendiri itu ada dua jenis lagi, olah basah kupas basah, atau olah basah kupas kering.

“Itu ada dua pengolahan, tetapi untuk proses yang natural itu memang harus totalitas olah kering, sampai biji kopinya benar-benar kering di dalam secara murni,” terangnya.

Ludi mengatakan, olah kering secara totalitas untuk gabah kopi yang dipermentasi terlebih dahulu memiliki kualitas yang sangat baik, dan berbeda dari olah basah, baik dari warna biji kopi, sampai aroma kopinya yang khas.

Baca Juga:Saat Bisnis Kopi di Siantar Bergelut dengan Biji Arabica dan Edukasi Masyarakat

Lebih jauh diterangkannya, untuk kopi yang kualitas spesial atau prosesnya dengan olah pengeringan natural, memilki harga yang cukup tinggi yakni seharga Rp250 ribu per Kg. Dari 1 hektar tanaman kopi arabica, Ludi menyebutkan, pihaknya mampu memproduksi 700-900 Kg green bean.

Kemudian untuk merketnya sendiri, green bean saat ini banyak diminati oleh kalangan menengah ke atas. Sementara, untuk pasar green bean arabica milik Ludi sudah menembus pasar internasional.

“Kalau di tahun 2020 itu kita memproduksi sekitar 60 ton green bean, dan ini pasarnya lokal, regional dan internasional, untuk luar negerinya sendiri tahun kemarin kita hanya mengirim sekitar 30 persen dari total produksi,” sebutnya.(roland/hm10)