Pendistribusian Air Terganggu, Pipa Induk Perumda Tirtauli Putus Dihantam Banjir dan Longsor

Petugas PDAM Tirtauli yang berupaya melakukan perbaikan pipa bocor di Parsaguan.(foto:ist/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pipa induk Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirta Uli Siantar, berdiameter 400 dan 300 mm putus akibat banjir dan longsor yang terjadi di Habonaran Nagori Parsaguan, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Dampaknya, pelayanan air Perumda Tirtauli yang ada di 4 kecamatan jadi terganggu. 4 Kecamatan itu antara lain Kecamatan Siantar Martoba, Siantar Barat, Siantar Utara dan Siantar Sitalasari.

Untuk perbaikan pipa putus akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Senin (11/1/21) itu, pihak Perumda Tirtauli diperkirakan membutuhkan waktu selama 5 hari. Seperti disampaikan Humas Perumda Tirtauli, Rosliana Sitanggang.

Baca Juga: Air PDAM Tirtauli Mati, Puluhan Emak-emak di Jalan Singosari Siantar Mengeluh

“Pengerjaan kemungkinan 4 atau 5 hari, karena lokasi (medan)-nya, pengerjaan pipa yang putus terpaksa  dilakukan secara manual,” tutur Rosliana yang juga mengirimkan gambar semburan air dari pipa yang putus di Nagori Parsaguan, pada Rabu (13/1/21).

Ditambahkan Direktur Umum Perumda Tirtauli Berliana Napitu, bahwa sejak putus petugas PDAM Tirtauli sudah berupaya melakukan perbaikan untuk mengalirkan air kepada para pelanggannya.

“Sejak semalam sampai hari ini petugas kita dan pak Dirut di lokasi, dan mengupayakan agar segera dapat mengalirkan kembali, diupayakan satu jalur dapat siap dialirkan kembali,” tutur Berliana yang dikonfirmasi via WA.

Untuk pelayanan air bersih di daerah yang mengalami gangguan, kata Berliana, pihaknya menyediakan mobil tangki. “Mobil tangki kita siapkan melayani daerah yang terganggu,” ujar Berliana yang juga mengirimkan foto para petugas Perumda yang berupaya melakukan perbaikan.(ferry napitupulu/hm02)