30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022
spot_img

Pandemi, Pemanfaatan Dana Bos Hampir 20 Persen

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Masa pandemi Covid-19 kebijakan penggunaan dana BOS diserahkan kepada masing-masing sekolah yang ada di Kota Pematangsiantar. Hal ini diungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar melalui Kabid Paud dan Pendidikan Menengah Lusanti Simamora.

Dia juga mengatakan, pada Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 telah tertulis tentang fleskibilitas penggunaan dana BOS pada tiap sekolah. Begitupun, dia tetap mewanti-wanti pihak sekolah selektif dan tetap pada batas kewajaran dalam memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di masa pandemi Corona ini.

“Kita menyerahkan kepada Kepala Sekolah untuk mengatur penggunaannya sesuai keperluan sekolah masing-masing yang dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah di masa pandemi Covid-19,” ujarnya, Selasa (21/7/20).

Baca juga : Ingat! Selama Pandemi Belajar Mengajar Secara Tatap Muka Dilarang

Kepala sekolah SMP Negeri 10, Dedi Muliadi menjelaskan, aturannya sudah ada tentang penggunaan dana BOS tersebut. Terutama bisa dimanfaatkan untuk membeli paket data internet bagi guru pengajar, dalam menunjang belajar mengajar secara daring. Selain itu juga untuk membeli peralatan yang dapat menunjang pencegahan Covid-19, di antaranya sabun cuci tangan, antiseptik, masker dan sarana lainnya.

“Kalau dihitung-hitung sampailah 20 % dari dana BOS tersebut. Apalagi pembelian wipol untuk lantai jadi semakin bertambah. Dana BOS juga diperuntukkan untuk banyak hal lainnya,” katanya.

Dedi juga menuturkan, bahwa paket data untuk guru itu berlangsung hingga dua bulan ke depan sebesar 15 Gigabyte. Namun, untuk para siswa-siswi, sepertinya katanya dana tidak mencukupi jika diberikan paket data pada setiap anak satu per satu.

Sistem Pengajaran Daring Tiap Sekolah Berbeda

Penetapan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kota Pematangsiantar masih menggunakan sistem dalam jaringan (daring) di masa pandemi Covid-19.

Namun, setiap sekolah berbeda cara dan mekanisme pembelajaran secara daring tersebut diantaranya menggunakan media Whatsapp, Zoom atau Google Meet. Namun, masih ada pula guru yang langsung memberikan soal maupun makalah ke rumah pelajar tersebut, dikarenakan banyak orang tua tidak mampu membelikan anak-anaknya gawai sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

Baca juga : KBM Tatap Muka Di Siantar, Kemenag Tak Pernah Mengizinkan

Di SMP Negeri 10 salah satunya yang berusaha semaksimal mungkin agar muridnya tetap bisa belajar. Sekolah tersebut, sebisa mungkin mengunjungi para muridnya untuk memberikan makalah pelajaran dan soal-soal latihan ataupun tugas.

Kata Dedi, kepala sekolah tersebut, tiap-tiap guru mata pelajaran telah diberikan paket data, sehingga tiap saat bisa chating dengan para orangtua murid maupun siswanya langsung.

“Masih ada beberapa siswa-siswi yang tidak sama nasibnya yang memiliki handphone Android. Jadi, sekolah memberikan instruksi pada tiap-tiap guru agar mengunjungi pelajar itu. Di mata kami, semua murid itu sama,” tegasnya.

Selain itu, ada pula sekolah yang tetap sekolah seperti biasanya, tapi perbedaannya hanya tempat dan cara pembelajaran dilakukan secara daring.

Sekolah Sultan Agung Pematangsiantar, tetap sekolah seperti biasanya. Jadwal pelajaran pun telah dibagikan. Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah mulai berlangsung pada tanggal 13 Juli 2020 lalu.

“Jadi sekolah seperti biasanya sesuai dengan roster mata pelajarannya. Dimulai jam 07.30 hingga tengah hari 12.30. Belajar harus tetap diupayakan berjalan,” Ucap Emilvon B Girsang, PKS Bidang Kesiswaan.(yetty/hm09)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: