Dibagikan, 400 Paket Sembako Untuk Pemulung Dan Petugas Kebersihan

Pemulung dan petugas kebersihan diberikan bantuan sembako. (f:yetty/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ikatan Pegawai Bank Indonesia Komisariat Pematangsiantar bersama komunitas Beka Manise membagikan 400 paket sembako kepada masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba dan tempat sektor perdagangan, Sabtu (29/8/20).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bank Indonesia Peduli Covid-19 yang dananya berasal dari kontribusi gaji para pegawai dan Dewan Gubernur (DG) BI setiap bulannya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat menjelaskan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi Covid-19 ini sehingga perlu dibantu untuk meringankan beban masyarakat terlebih di tengah lesunya ekonomi akibat virus corona.

Baca juga: Jokowi Segera Salurkan Bantuan Sembako Dan BLT Senilai Rp600 Ribu Per KK

“Pemberian bantuan sembako ini merupakan kepedulian pegawai dan DG BI terhadap kondisi masyarakat berpenghasilan rendah yang terkena pandemi Covid-19,”ucapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Pematangsiantar Heru Subhandono, Koordinator komunitas Beka Manise Togu Simorangkir, serta para relawan Beka Manise.

Kegiatan ini mengutamakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Para penerima bantuan tertib mengantri dengan menjaga jarak. Sebelum mengambil sembako, merekapun harus mengenakan masker dan mencuci tangan serta melakukan pengecekan suhu tubuh.

Dalam rangka membantu masyarakat kecil yang terdampak Covid 19, KPwBI Pematangsiantar telah menyalurkan bantuan melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebesar Rp400 juta yang disalurkan ke wilayah kerja. Bantuan tersebut dalam bentuk APD, sarana kesehatan dan sembako. Sementara itu bantuan IPEBI Peduli Covid telah tersalurkan sebanyak Rp134 juta dari 3 kali penyaluran.

Setiap paket sembako berisikan beras, minyak goreng, gula pasir, masker dan sayur-mayur. Paket yang diberikan diupayakan bersumber dari UMKM yang berasal dari wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya. Bahkan kali ini sebagian beras dan sayur-mayur yang diberikan berasal dari salah satu desa di Kabupaten Simalungun.

“Pembelian berbagai produk petani dan UMKM lainnya juga ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat agar kembali pulih ekonominya,”jelas Edhi. (yetty/hm09)