Demi Menyambung Hidup, Warga Serapuh Jualan Sukun ke Siantar

Demi Menyambung Hidup, Warga Serapuh Jualan Sukun ke Siantar
Buah sukun yang dijual Misran di tepi Jalan Ade Irma Suryani Pematangsiantar.(f:yetty/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dampak pandemi Covid-19 sangat banyak dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat terlebih masyarakat kelas ekonomi bawah atau kategori miskin. Mencari kerja adalah hal yang sangat susah di situasi seperti sekarang ini.

Sebagian dari mereka kini hidup tanpa pekerjaan, tanpa pemasukan. Meski tak sedikit yang menjajal hal baru agar dapur tetap mengepul. Seperti itulah yang dialami Misran (32) kini.

Dia berusaha mencari buah sukun atau dalam bahasa latin Artocarpus Elasticus, agar bisa dijual kembali. Warga yang berasal dari Serapuh Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, ini menjual kembali dagangan ke Kota Pematangsiantar.

Keuntungan yang didapatkan juga tidak seberapa, hanya Rp2 ribu per buahnya. “Kalau dijual di daerah arah tempat saya kurang laku. Tapi kalau di kota lumayanlah buat beli beras nanti sehabis berjualan ini,” ucapnya dengan ramah pada Mistar, Jumat (15/1/21).

Baca Juga:Stok Menipis, Pedagang Jagung Manis Siantar Belanja ke Binjai

Dia mengaku, terpaksa memberanikan diri berjualan hanya untuk menyambung hidup. Apalagi, upah sebagai buruh bangunan harian benar-benar terhenti. Tak ada proyek, tak ada pemasukan.

Dijelaskannya, sukun merupakan buah yang tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk di dalamnya yang mirip seperti roti setelah dimasak atau digoreng. Apalagi dibuat keripik sukun.

Sayangnya, ucap Misran, untuk mendapatkan sukun dalam jumlah banyak sangat tergantung musiman. Sekali musim sukun bisa hingga ribuan butir didapatkannya. Hal ini yang membuatnya tidak pasti untuk berjualan buah tersebut.

“Tadi saya bawa 60 buah. Kalau di sini (Siantar-red) banyak yang suka. Apalagi musim hujan begini, buat cemilan sangat enak. Kalau tidak ada sukun, saya cari pohon warga yang berbuah apa aja. Tapi sekarang sudah jarang, sebab si pemilik suka buat harga mahal, saya tak mampu belinya, mau jual berapa lagi,” jelas dia yang membuka lapaknya di tepi Jalan Ade Irma Suryani.

Baca Juga:Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Bunga

Ketika ditanya apakah tidak takut dengan wabah virus saat ini? “Kalau dibilang takut, pasti iya. Saya tak punya pilihan lain. Bagaimana pun harus tetap berjualan demi menghidupi keluarga, demi isi perut ini. Walaupun gak yakin laku, setidaknya mencoba,” ungkapnya.

Dia bersyukur, setiap buah sukun yang dibawanya, habis laku terjual di Kota Pematangsiantar. Sukun yang besar dibandrol seharga Rp14 ribu per buah, sedangkan yang standar dijual dengan harga Rp15 ribu untuk dua buah.

Meski begitu, harga tersebut masih bisa ditawar atau negosiasi lagi. “Yang penting bisa laku, dan untungnya dapat beli beras, udah cukup bagi saya,” tuturnya.(yetty/hm10)