31.7 C
Medan
Monday, July 4, 2022
spot_img

Cegah Virus Corona, Kelompok Cipayung Semprot Disinfektan ke Rumah Ibadah dan Sekolah

Siantar, MISTAR,ID

Untuk menjaga kondisi lingkungan aman dari paparan Virus Corona (Covid-19), kelompok Cipayung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah ibadah, terdiri dari gereja, masjid, vihara, kuil dan sekolah-sekolah.

Kelompok Cipayung itu terdiri dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pematangsiantar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pematangsiantar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Pematangsiantar, dan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Pematangsiantar-Simalungun.

Salah satu masjid yang juga disemprot disinfektan oleh Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar.(foto:mistar/ist)

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, May Luther Dewanto Sinaga, Sabtu (28/3/20) mengatakan, penyemprotan dilakukan dua hari berturut-turut, mulai Rabu s/d Kamis (25-26/3/20).

“Langkah ini kita ambil bersama sebagai bentuk kesadaran kita untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sumatera Utara, khususnya Kota Pematangsiantar,” kata Luther Sinaga, Jumat (28/3/20).

“Virus ini sangat membahayakan kehidupan manusia yang menyebabkan munculnya imbauan untuk beribadah dan belajar di rumah. Karena itu kami berupaya berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya.

Penyemprotan disinfektan oleh Kelompok Cipayung di salah satu gereja Kota Pematangsiantar.(foto:mistar/ist)

Harapan kelompok Cipayung itu, agar semua pihak (stakeholder) tak henti melakukan upaya-upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ketua PMKRI Pematangsiantar, Liharman Sipayung menambahkan, selain aksi penyemprotan cairan disinfektan, kelompok Cipayung Pematangsiantar juga memberikan informasi, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat, terkait bahayanya Covid-19 sehingga perlu gerakan bersama dalam melawannya.

“Untuk itu kita butuh kerjasama, bahu-membahu, antar golongan dalam penanganan Covid-19 ini. Kita semua berharap, apa yang terjadi saat ini, dengan segera terselesaikan, agar kita dapat kembali melakukan rutinitas kita sehari-hari seperti semula,” ujar Liharman penuh harap.
Hal senada disampaikan Chotibul Umam Sirait dari PMII Pematangsiantar. Katanya, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, harus dengan gerakan bersama yang dibangun oleh masyarakat, dan tidak hanya bergantung kepada Pemerintah.

Dia juga menekankan, selain penyemprotan cairan disinfektan, upaya pencegahan virus Corona ini juga dapat didukung dengan pola hidup bersih dan sehat.

“Selain itu kita mendorong pemerintah kota pematangsiantar untuk lebih serius lagi dalam menyikapi persolan Covid-19 ini , misalnya dengan pengadaan bilik sterilisasi dibeberapa titik pasar dan ruang publik lainnya .Warga yang ingin di-disinfeksi cukup masuk ke dalam bilik berbentuk kamar (body sterilization chamber) dalam waktu 18 detik. Cairan alkohol keluar berupa uap. Jika bilik yang digunakan berbentuk serupa terowongan (body sterilization tunnel), alkohol langsung dikeluarkan dari bagian tangki berupa zat cair,” tutup Ketua GMNI Pematangsiantar, Samuel Tampubolon.(ril)

Editor : Herman

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: