Bisnis Ikan Cupang Makin Digandrungi di Siantar

Penjual ikan cupang di Jalan Atletik Kota Pematangsiantar. (f: Ferry/Mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Bisnis atau jualan ikan cupang semakin digandrungi di Kota Pematangsiantar. Bukan hanya dijual secara online melalui media sosial, sejumlah lapak jualan ikan cupang makin banyak ditemukan di pinggiran jalan kota yang dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia tersebut.

Bila sebelumnya hanya dijual di Jalan Surabaya Gang Mariam Tomong dekat Pajak Hongkong dan di Jalan Atletik, kini penjual ikan cupang sudah dapat ditemukan di Jalan Sisingamangaraja sampingi Gereja HKI Martoba dan di Jalan Patuan Anggi seputaran daerah pinggiran rel perlintasan Kereta Api.

Penjual ikan cupang juga dapat ditemukan di Jalan Ade Irma Suryani dekat Tempat Pemakaman umat beragama Budha, di Jalan Sudirman Ujung dekat Depot Pertamina, dan di Jalan Melanthon Siregar depan eks Rumah Potong Hewan.

Baca juga: Tonton Video Kontes Ikan Cupang Siantar Men

Dari beberapa penjual ikan cupang yang ditemui Mistar, hampir semuanya enggan bercerita mengenai pendapatan yang mereka hasilkan dari penjualan ikan cupang tersebut. Mereka rata-rata hanya mau mengaku menjual ikan cupang itu awalnya dari hobbi memelihara ikan cupang.

Seorang pebisnis ikan cupang yang menjual secara online, David Simanjuntak, ketika dimintai tanggapan mengenai bisnis ikan cupang yang semakin digandrungi, mengatakan bahwa bisnis ikan cupang di tengah masa pandemi Covid-19 memang sangat tepat dan baik untuk kesehatan.

Baca juga: Kontes Ikan Cupang Siantar Men Diikuti Komunitas Dari Aceh

“Pada saat pandemi ini peluang bisnis cupang, terutama yang sistem online sangat tepat karena kita akan lebih banyak di rumah, selain itu kita lebih sering cuci tangan, dengan demikian kita sehat atau terhindar dari penyebaran covid,” tutur David yang ditemui pada Minggu (29/11/20) sore.

Bisnis ikan cupang, kata David, adalah hobbi yang tidak begitu merepotkan namun bisa menambah penampatan. “Untuk merawatnya sangatlah mudah hanya wadah dan air bersih, tidak perlu menggunakan mesin airator, mesin pompa seperti aquarium ikan hias,” tukasnya.

Selain itu, tambah David, memelihara ikan cupang juga tidak memakan banyak tempat, cukup di toples atau di botol. “Untuk cupang online kita tidak begitu repot, dalam pengirimannya kita bisa menggunakan jasper (jasa pengirim),” ungkap David yang sudah pernah menggelar kontes ikan Cupang.

Diceritakan David, kontes ikan cupang hias diadakan untuk memperkenalkan ke publik bahwa ikan cupang saat ini sudah sangat banyak variasi warna dan bentuknya. “Bulan 12 (Desember) ini sebenarnya kita mau mengadakan kontes yang kedua, tapi karena banyaknya jadwal yang bentrok dengan kontes lainnya yang ada di sumatera utara, akhirnya kontes kita undur menjadi bulan 1 (Januari) 2021,” tutur David yang memasarkan ikannya melalui Instagram Siantar_Betta_.

Kontes, lanjut David, juga sangat mempengaruhi harga ikan cupang. “Dengan kontes, harga ikan bisa naik. Dan kontes juga akan membuat pengetahuan kita tentang ikan cupang yang berkualitas akan bertambah. Jadi kontes itu juga dilaksanakan sebagai upaya kita untuk terus melakukan pengembangan ikan cupang, karena memang ikan cupang ini juga dapat sebagai salah satu sarana yang dapat memulihkan perekonomian, terutama perekonomian masyarakat yang hobbi ikan cupang,” tutupnya.

Seorang pebisnis ikan cupang online lainnya, Budi juga menyebutkan bahwa bisnis ikan cupang adalah bisnis yang bisa menghasilkan pendapatan. “Bayangkan harga per ekornya saja bisa sampai jutaan rupiah sesuai dengan warna ikan dan ukurannya,” tutur Budi yang memasarkan ikannya melalui link facebook miliknya. (Ferry/hm06)