15 Anak dan 1 Pengasuh Terpapar Covid-19, Panti Asuhan di Siantar Lockdown

Warga Siantar Terpapar Covid-19 Bertambah 20 Orang
Ilustrasi Covid-19. (f:gom tobing/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Salah satu panti asuhan yang ada di wilayah Kecamatan Siantar Timur di lockdown. Kebijakan itu diambil seiring dengan adanya belasan orang yang terpapar atau terkonfirmasi positif Covid-19 di panti asuhan tersebut.

Akibatnya, para tamu yang membawa barang bawaannya yang akan diberikan ke panti asuhan itu hanya dapat meletakkan barang bawaannya di depan portal pintu masuk ke panti itu.

Seperti disampaikan pimpinan panti asuhan, E br S. “Kami cukup terbuka bagi para tamu yang datang, yang sudah sempat membawa bawaannya, mereka tinggalkan semuanya di depan portal, lalu disemprot, setelah itu mereka (para tamu) pulang,” tutur E br S yang dikonfirmasi Mistar melalui telepon seluler, Minggu (9/10/21).

Sebelumnya, ketika ditanya apa langkah yang dilakukan pihaknya pasca panti asuhannya di lockdown, E br S mengatakan, sebanyak 16 orang, 15 anak dan 1 pengasuhnya yang terpapar Covid-19 menjalani perawatan isolasi mandiri di ruang terpisah.

Baca Juga:Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Semua Kecamatan di Siantar Zona Merah

“Kami berbuat sesuai petunjuk, mulai dari vitamin, alat kesehatan dan segala sesuatu yang harus rutin dikonsumsi, dan melaporkan situasi perkembangannya kepada mereka (pihak Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar yang memantau) sampai beberapa hari ke depan,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai asal mula terpaparnya warga di panti asuhan, E br S mengatakan, pihaknya tidak dapat menduga-duga. “Itu tidak bisa kita prediksi, karena anak-anak selama ini beraktivitas di dalam. Mereka hanya keluar ketika ada tamu datang, dan itupun kita selalu jaga jarak (mematuhi protokol kesehatan, red),” ungkapnya.

Ia menyebutkan, para anak-anak panti asuhan juga bisa keluar bila ada kegiatan di sekolah, seperti mengambil dan mengantar tugas sekolah. Namun demikian, kata E br S, pihaknya tidak boleh menuduh siapapun dalam situasi yang terjadi saat ini.

Baca Juga:Surat Edaran UIN Sumut Lockdown Hingga 4 Mei 2021 Dicabut!

“Yang penting bagi kami, solusi akan kami lakukan buat anak-anak kami, apalagi kami dapat info dari Puskes (puskesmas), bahwa rumah sakit sekarang penuh, jadi kita harus isolasi mandiri mereka, dan semua kami disini mengisolasi diri dan mengasup makan bergizi, vitamin dan menjaga kondisi serta berjemur sebagaimana disampaikan pihak kesehatan kepada kami,” tuturnya.

Di lockdown-nya panti asuhan tersebut akibat adanya yang terpapar Covid-19, dibenarkan Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel H Siregar.

“Iya betul,” ujar Daniel yang dikonfirmasi via telepon aplikasi WhatsApp (WA). Selanjutnya, ketika dikonfirmasi kembali mengenai rumah sakit yang penuh sehingga warga Kota Pematangsiantar yang terpapar Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri, Daniel mengatakan, di RSUD dr Djasamen Saragih full dengan 24 tempat tidur (TT), dan di Rumah Sakit Tentara yang kapasitas 38 TT, hingga sore ini berisi 36.

“Di RSUD full 24 TT, di RS Tentara 38 TT besisi 36 hingga sore ini. Warga yang terpapar jika bergejala dan harus dirawat RS bisa dirujuk ke Medan,” jawab Daniel melalui pesan aplikasi WA.(ferry/hm10)